06 March 2022, 13:45 WIB

Puncak Kerap Macet Parah, Bupati Cianjur Minta Tolong Presiden


Benny Bastiandy | Nusantara

dok.Ant
 dok.Ant
Setiap akhir pekan dan libur nasional kawasan puncak dipadati kendaraan sehingga menimbulkan kemacetan cukup parah.

KEMACETAN di kawasan Puncak sudah cukup parah. Bahkan pada akhir pekan lalu yang bersamaan dengan libur Isra Mikraj, kendaraan terjebak kemacetan hingga belasan jam.

Kondisi tersebut berimbas ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Berbagai aktivitas masyarakat, termasuk sektor pariwisata ikut terdampak. Karena itu, Bupati Cianjur Herman Suherman pun meminta bantuan Presiden Joko Widodo mencari solusi terhadap fenomena kemacetan di kawasan Puncak.

"Kami meminta pak Presiden Jokowi bisa membantu mengatasi masalah kemacetan di jalur Puncak ini," kata Herman, Minggu (6/3).

Upaya yang dimungkinkan menjadi solusi masalah kemacetan di jalur Puncak, kata Herman, yakni percepatan pembangunan jalur Puncak 2. Sejauh ini, sebut Herman, pembangunan jalur Puncak 2 terkesan lamban.

"Kalau Cianjur sebetulnya sudah investasi walaupun jalan eksisting. Alhamdulillah sudah ada pembetonan," ucap Herman.

Upaya pembetonan jalan eksisting yang dilakukan Pemkab Cianjur mendapat apresiasi dari aparatur desa di Kabupaten Bogor. Mereka berterima kasih karena cukup terbantu dengan adanya pembetonan. "Jalan eksisting ini sudah kita tangani," ungkapnya.

Ditanganinya jalan eksisting di Puncak 2 dengan cara dibeton, kata Herman, membuktikan keseriusan Kabupaten Cianjur agar bisa terealisasi. Pasalnya, Puncak 2 diharapkan menjadi jalan alternatif bagi para pengendaraan saat kawasan Puncak macet parah.

"Kami mendukung dengan pembangunan jalan Puncak 2," tegas Herman.

Panjang jalur Puncak 2 sekitar 32 kilometer. Jalurnya terbentang dari kawasan Sentul di Kabupaten Bogor hingga ke Cipanas di Kabupaten Cianjur.

Panjang jalan yang masuk ke Kabupaten Bogor hampir 23 kilometer. Sedangkan yang ada di Kabupaten Cianjur sepanjang lebih kurang 9,7 kilometer. "Kalau yang ruas jalan utamanya itu kewenangannya pemerintah pusat," pungkasnya. (OL-13)

Baca Juga: Pemberlakuan Ganjil Genap Di Jalur Puncak

 

BERITA TERKAIT