04 March 2022, 14:48 WIB

Harga Daging Rp140 Ribu/Kg, Pedagang tidak Sanggup Menanggung Rugi


Seprinal Sri Putra (Metro TV) / Muhardi (Story Builder) | Nusantara

Metro TV/Seprinal Sri Putra
 Metro TV/Seprinal Sri Putra
Banyak pedagang terpaksa berhenti berjualan sementara karena tidak memiliki modal berdagang akibat sepinya pembeli.

MAHALNYA harga daging sapi yang mencapai Rp140 ribu per kilogram membuat mayoritas pedagang di Pasar Tradisional Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Banten, berhenti berjualan sementara. Hanya ada tiga pedagang yang kembali berjualan.

Saepul, 41, satu pedagang daging sapi di Pasar Rangkasbitung mengatakan, banyak pedagang terpaksa berhenti berjualan sementara karena tidak memiliki modal berdagang akibat sepinya pembeli.

Baca juga: Bantuan Gunung Prisma, Warga Desa Nangela Akhirnya Miliki Jembatan

"Banyak los kosong ini belum dapat barang, pasokan juga kosong ditambah pembeli juga sepi, jadi enggak sanggup menanggung rugi," ujar Saepul di Pasar Rangkasbitung, Jumat (4/3/2022).

"Beberapa pedagang yang masih jualan karena menghabiskan stok yang masih ada," tambahnya.

Los daging sapi di Pasar Rangkasbitung pada Jumat pagi terpantau sepi karena mayoritas pedagang tidak berjualan. Hanya segelintir pedagang yang masih tetap membuka lapak. 

Pisau daging dan kayu alas potong yang digunakan pedagang daging sapi dibiarkan tergeletak begitu saja di kios tanpa ada pemiliknya. Sementara itu, jumlah pembeli terpantau hanya sedikit.

Saepul mengatakan, semenjak harga daging merangkak naik, jumlah pembeli merosot drastis hingga 70%. Hanya warga dengan ekonomi mampu dan pedagang makanan besar tetap membeli daging dengan harga saat ini.

Baca juga: Harga Cabai Melonjak Rp80 Ribu/Kg di Pasar Senen Jakarta

"Pembeli seperti penjual bakso tetap beli namun pembelian agak menurun, yang biasanya beli 3 kilogram kini hanya sekilo," katanya.

Ia berharap pemerintah dapat segera menstabilkan harga daging, apalagi bulan Ramadhan tinggal beberapa pekan lagi. "Harapannya pemerintah segera menstabilkan harga daging," tutupnya. (Mhd/A-3)

BERITA TERKAIT