04 March 2022, 07:07 WIB

8 Pekerja di Distrik Beoga Tewas, TPNPB-OPM Klaim Bertanggung Jawab


Emir Chairullah | Nusantara

Dok MI
 Dok MI
Ilustrasi

SEBANYAK  8 karyawan Palaparing Timur Telematika (PTT) tewas diserang pasukan bersenjata di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, Rabu (2/3). 

Para korban diserang ketika sedang memperbaiki tower base transceiver station (BTS) 3 Telkomsel. Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)-OPM mengaku bertanggung jawab atas penyerangan tersebut.

Menurut Kepala Penerangan Kodam Cendrawasih Kolonel Aqsha Erlangga, informasi penembakan berasal dari karyawan PTT yang selamat dari penembakan. 

Baca juga: Kapolda Sulteng Ungkap Oknum Polisi Penembak Warga Parimo

Saat penembakan yang terjadi di camp, karyawan tersebut tidak berada di lokasi. Begitu kembali ke camp, karyawan yang berinisial NS ini melihat rekan-rekannya sudah meninggal, sehingga langsung naik ke CCTV Tower BTS 3 untuk meminta bantuan terkait insiden yang terjadi. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban yang ditembak mati yaitu Renal Tagasye, Syahril Nurdiansyah, Eko Septiansyah, Ibo, Nelson Sarira, Jamaludin, Iwan Bin Dartini ,dan satu orang yang masuk ke jurang saat ditembak.

Juru Bicara TPNPB Sebby Sambom menegaskan, pihaknya, di bawah pimpinan Goliath Tabuni dan Lekagak Telenggen, bertanggung jawab atas penembakan tersebut. 

Namun TPNPB berdalih yang mereka tembak bukan warga sipil. 

“Sebab TPNPB sudah umumkan kepada warga sipil untuk segera tinggalkan wilayah perang. Jadi yang ditembak itu semuanya bagian dari anggota TNI/Polri,” kata Sebby ketika dihubungi, Jumat (4/3).

Sebby menyebutkan, pihaknya kembali mengeluarkan peringatan kepada seluruh warga sipil pendatang untuk segera meninggalkan wilayah perang di Papua. 

“Kita juga meminta agar segala bentuk pembangunan di wilayah perang dihentikan,” pungkasnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT