01 March 2022, 20:40 WIB

Pemprov Sumsel Wasdapai Munculnya Serangan DBD


Dwi Apriani | Nusantara

DOK MI
 DOK MI
Ilustrasi 

PEMERINTAH Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) meminta masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat sebagai upaya antisipasi terjangkit demam berdarah dengue (DBD). Di Sumsel, sepanjang 2022 sudah ada 5 kasus kematian akibat DBD.

"Angka kematian akibat DBD terjadi di tiga daerah Sumsel. Kasus meninggal dari Palembang ada dua orang, Banyuasin juga sama, dan Empat Lawang satu orang. Kasus kematian akibat DBD ini disebabkan terlambatnya penanganan pasien," ungkap Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Mulyono, Selasa (1/3).

Ia menerangkan, selama dua bulan terakhir tercatat sudah ada 433 kasus DBD di Sumsel. Mereka yang terjangkit demam berdarah terbanyak berasal dari daerah perairan seperti Palembang dengan 98 kasus, Banyuasin 60 kasus, diikuti OKU Timur 52 kasus, dan Ogan Ilir 37 kasus. "Kasus untuk Februari relatif mengalami penurunan dibanding Januari yang mencapai 329 kasus dalam satu bulan," ungkap dia.

Penurunan kasus DBD terjadi lantaran perubahan kondisi cuaca. Menurut Mulyono, beberapa daerah di Sumsel banyak yang terendam banjir pada Januari 2022 lalu.

"Pada Januari lalu kondisi hujan dan banjir yang terjadi cukup sering. Sehingga akan menyebabkan nyamuk Aedes Aegypti berkembang biak di sekitar tempat lembab dan genangan," beber dia. (OL-15)

BERITA TERKAIT