25 February 2022, 13:55 WIB

Obyek Wisata Di Sleman Dilarang Gelar Pentas Seni akhir Pekan


Agus Utantoro | Nusantara

Ant/Hendra
 Ant/Hendra
Pemandu wisata melintas di samping papan pengumuman pencegahan COVID-19 di obyek wisata Tebing Breksi, Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Jum

PEMERINTAH Kabupate Sleman melalui Dinas Pariwisata, melarang obyek wisata selama masa libur panjang Isra Mi'raj yang terangkai dengan libur akhir pekan (Sabtu-Minggu) menggelar pentas pertunjukan.

"Tidak hanya pentas saja sebenarnya, tetapi juga kegiatan yang berpotensi memunculkan kerumunan di objek wisata," kata Kepala Dinas ariwisata Kabupaten Sleman, Suparmono, Jumat (25/2).

Karena itu, ujarnya rencana pentas seni yang sedianya akan digelar di Panggung Tlogo Putri, Kaliurang, pada Sabtu - Minggu (26-27/2) pun kemudian juga dibatalkan, demikian pula rencana pentas seni di sejumlah desa wisata juga dibatalkan.

Ditegaskan, berbagai atraksi seni dan budaya yang mendukung pariwisata itu dibatalkan dan akan diizinkan lagi setelah situasi covid-19 di Sleman melandai lagi.

Menurut Suparmono, saat ini kasus covid-19 di DIY khususnya di Sleman masih tinggi, karena itu pengelola objek wisata dapat memahami situasi tersebut dan ikut berusaha keras agar tidak terjadi penularan dari saat orang berwisata.

Dia menegaskan, dengan adanya libur panjang ini dapat dipastikan kunjungan ke berbagai objek wisata di Sleman, akan cukup tinggi. Padahal, ujarnya, saat ini ditetapkan objek/destinasi wisata hanya dibolehkan menerima kunjungan 25 persen dari kapasitas.

Karena itu, ujarnya, Dinas Pariwisata bersama Satgas Covid dan Polisi Pamong Praja akan melakukan patroli ke berbagai objek/destinasi wisata di Sleman untuk memastikan ketentuan-ketentuan protokol kesehatan dan pembatasan jumlah pengunjung ditaati.

Suparmono juga meminta agar pengelola objek wisata menegakkan aturan protokol kesehatan termasuk sarana-prasarana penerapan protokol kesehatan itu berfungsi dengan baik.

Ia membenarkan, sebenarnya selama pemberlakukan PPKM Lebel 3 ini, jumlah pengunjung objek wisata di Sleman mengalami penurunan. "Di sisi lain, karena PPKM Level 3 memang membatasi jumlah pengunjung objek wisata," katanya.

Sejauh ini memang belum ada laporan terkait besaran penurunan jumlah pengunjung yang terjadi, namun keluhan dari pengelola itu memang sudah ada. Menurut dia, sejauh ini ada beberapa rombongan wisatawan yang berencana kunjungan di beberapa desa wisata juga dibatalkan.

Di Kabupaten Sleman sendiri, pada Kamis (24/2) penambahan kasus covid-19 mencapai 1.111 kasus baru. Penambahan ini merupakan yang tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. (OL-13)

Baca Juga: Gempa Getarkan Sumbar Dari Pagi Hingga Jumat Siang

 

BERITA TERKAIT