24 February 2022, 19:25 WIB

Kasus DBD di Sikka Capai 187 orang, Didominasi Anak-Anak


Gabriel Langga | Nusantara

MI/Gabriel Langga
 MI/Gabriel Langga
Pasien DBD di Kabupaten Sikka tengah dirawat di RSUD TC.Hillers Maumere, didominasi anak-anak.

KASUS Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur terus alami kenaikan dalam dua bulan terakhir ini.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Kamis (24/2) dilaporkan sebanyak 187 pasien yang terkonfirmasi DBD, terhitung mulai bulan Januari sampai Februari tahun 2022.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus menuturkan, kasus DBD terus alami peningkatan. Ia pun mencatat untuk selama Januari ada 131 kasus. Pada Februari ini, ada 56 kasus dengan satu orang meninggal dunia. Total kasus DBD di Kabupaten Sikka terdapat 187 kasus dengan satu orang meninggal dunia.

Dari jumlah kasus tersebut, jelas dia, didominasi pasien anak-anak dengan usia kisaran 5 tahun sampai 15 tahun dengan total kasus 105 anak. Sementara itu, pasien yang usia 15 tahun keatas terpapar DBD ada 57 kasus.

Herlemus menjelaaskan, dari total 187 kasus DBD dilaporkan itu ada 178 orang dinyatakan sembuh dan satu orang dinyatakan meninggal dunia. Selanjutnya, ada sekitar 8 pasien yang saat ini masih dalam perawatan medis.

"Ada 8 pasien DBD yang masih dirawat. Mereka ini tersebar di RSUD TC.Hillers Maumere ada 7 pasien dan 1 pasien ada di rumah sakit Santo Gabriel Kewapante," ujar dia.

Herlemus pun mengaku peningkatan kasus DBD di Kabupaten Sikka, dikarenakan masih ada  masyarakat membuang sampah sembarang sehingga berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, belum optimalnya kerjasama lintas sektoral dalam upaya penanggulangan penyakit DBD dan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk belum dilaksanakan secara rutin dan serentak dan lain sebagainya.

Meski begitu, kata dia pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan melakukan koordinasi dengan lintas sektor untuk bersama-sama melakukan penanganan kasus DBD di Kabupaten Sikka. (OL-13)

Baca Juga: Sarankan Warga Dirawat di Isoter, Kapolri: Kurangi Risiko Penyebaran

BERITA TERKAIT