24 February 2022, 11:34 WIB

Pemkot dan Pemkab Bandung Siapkan OP Migor Setiap Pekan


Naviandri | Nusantara

MI/Dwi Apriani
 MI/Dwi Apriani
Operasi minyak goreng sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah selalu diburu masyarakat.

UNTUK menekan kenaikan harga minyak goreng (migor), Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan melakukan operasi pasar (OP) setiap pekan ke pasar-pasar tradisional maupun toko ritel.  Berdasarkan data Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung, stok minyak goreng di Kota Bandung mencapai 250 ribu liter.

Kepala Disdagin Kota Bandung, Elly Wasliah di Bandung Kamis (24/2) mengatakan, pada Rabu, (23/2), Kementerian Perdagangan kembali memberikan alokasi stok 5.400 liter minyak goreng yang akan didistribusikan ke dua toko Kota Bandung. Alokasi stok untuk kemasan premium minyak goreng ke toko Prama Babakan Sari sebanyak 3.000 liter dan Griya Antapani 2.400 liter.

"Senin pekan ini kami sudah mendistribusikan 23.000 liter minyak goreng curah ke empat pasar tradisional, yakni Pasar Sederhana, Kosambi, Cicadas, dan Kiaracondong. Targetnya tiap pekan akan kami lakukan OP supaya tidak ada lagi pedagang yang menjual stok minyak goreng lama dengan harga tinggi," ujarnya.

Menurut Elly, dampak lanjut dari masih dijualnya stok minyak goreng lama dengan harga tinggi membuat konsumen jadi beralih ke toko-toko ritel. Sehingga stok minyak goreng di toko ritel pun menipis. Pihaknya masih mengawasi apakah para pembeli ini benar-benar untuk kebutuhan rumah tangga atau jangan-jangan ada modus penjualan ulang dari orang yang tidak bertanggung jawab.

"Kami mendapat informasi, jika beberapa orang menjual minyak goreng secara perorangan baik itu di e-commerce atau membuka lapak di mobil pikap dengan harga penjualannya pun melebihi ketentuan dari pemerintah yang seharusnya Rp11.500 per liter. Untuk membatasi agar kejadian ini tidak terulang, para pimpinan toko ritel bersepakat untuk tidak menjajakan minyak goreng di etalase lagi," lanjutnya.

Direktur Utama Perusahaan Umum Pasar Juara, Herry Hermawan menyampaikan, langkah pemerintah untuk mendistribusikan minyak goreng ke pasar tradisional dirasa sudah tepat.  Namun, Herry menambahkan, penyebaran stok minyak goreng kemasan juga perlu didistribusikan ke pasar tradisional.

"Sekarang memang fokusnya minyak premium ini ke toko ritel, padahal, kita melihat animo masyarkaat lebih banyak ke kemasan. Sementara kalau curah ada effort lebih untuk mengemasnya kembali. Dengan adanya operasi pasar ini, bisa menjadi salah satu strategi untuk mencegah terjadinya kecurangan penumpukan minyak dari pedagang nakal," jelasnya.

Kewenangan distribusi itu ada dari pusat. Analisis kami, minyak goreng yang habis di toko-toko itu bukan sama ibu-ibu, tapi oleh pedagang yang nakal. Semoga nanti ke depannya bisa didistribusikan secara merata juga sampai ke pasar agar menghindari para pedagang nakal.

Operasi pasar akan dilanjutkan kembali dalam waktu dekat ini. Rencananya pasar yang akan dijadikan sebagai lokasi distribusi stok minyak goreng selanjutanya antara lain, Pasar Ciwastra, Andir, Astanaanyar, dan Palasari.  

Lokasi ini akan diusulkan ke Kementerian Perdagangan untuk penambahan stok minyak goreng curah dan kemasan. Mudah-mudahan sampai awal Ramadan, stok minyak goreng di Kota Bandung sedikit demi sedikit normal kembali.

Kabupaten Bandung

Pemkab Bandung, dalam mengatasi kelangkaan minyak goreng curah terjadi di pasaran akan menggelar percepatan distribusi melalui pedagang pasar Ciwidey sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berkolaborasi dengan Kementerian Perdagangan RI, Disperindag Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) sebagai penyedia minyak goreng curah sebanyak 8.000 liter untuk 60 pedagang Pasar Ciwidey.

Bupati Bandung H.M Dadang Supriatna melakukan operasi pasar minyak goreng mudah di pasar Ciwidey. Ia menjelaskan percepatan distribusi minyak goreng curah diprioritaskan lebih dulu untuk para pedagang sesuai  dengan HET. Maka dirinya menekankan agar para pedagang yang membeli minyak goreng curah bisa memberi harga yang bijaksana kepada para pembeli nantinya.

"Sesuai HET, harga minyak goreng ini Rp10.500/liter dan sesuai Peraturan Menteri Perdagangan No. 6 Tahun 2022, pedagang bisa membadrol harga sekitar Rp11.500/liter jangan terlalu mahal," ucapnya.

Dadang meminta semua pihak ikut mengawasi dan memastikan harga eceran minyak goreng curah tidak lebih dari Rp 11.500/liter di pasaran. Dia berpesan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mengalami panic buying pada saat terjadi kelangkaan.

"Sementara seluruh pedagang, baik pasar tradisional maupun toko modern, saya minta untuk tidak menimbun minyak goreng. Jika ditemukan kenakalan dari pedagang, kami tidak segan memberikan sanksi," tegasnya.

Kepala Disperdagin Kabupaten Bandung Dicky Anugrah mengungkapkan pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan Subdrive Bulog Bandung untuk melaksanakan operasi pasar minyak goreng kemasan satu liter di 31 kecamatan. Ada di 7 titik pendistribusian, yaitu berdasarkan daerah pembangunan untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat, juga untuk menghindari kerumunan masyarakat di masa pandemi Covid-19.

"Klasifikasi penetapan harga minyak goreng curah sebesar Rp11.500/liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp 13.500/liter dan minyak goreng kemasan premium Rp 14.000/liter. Ini akan kami pantau terus, sehingga distribusi dan stabilitas harga minyak goreng di pasaran tetap aman," tambahnya.(OL-13)

Baca Juga: Kereta Hantam Minibus, Dua Orang Tewas

 

 

 

BERITA TERKAIT