16 February 2022, 14:35 WIB

Orangtua Marahi Anaknya tidak Mau Mengaji Ternyata Trauma Dicabuli


Jamaah | Nusantara

Medcom.id.
 Medcom.id.
Ilustrasi.

KASUS pencabulan delapan murid Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) oleh MA, 48, guru mereka di Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, menyisakan trauma tersendiri bagi korbannya.

Menurut SF, salah satu orangtua korban, akibat kejadian tersebut anaknya sempat trauma tidak mau berangkat sekolah TPQ. Sebelum mengetahui, pihaknya sempat memarahi agar anaknya tetap berangkat ke sekolah TPQ.

"Sempat saya marahi dan saya paksa agar mau bersekolah. Tidak tahunya anak saya trauma, takut sekolah," kata SF kepada awak media di rumahnya, Selasa (15/02/2022) sore.

Mewakili orangtua lain di desanya, ia tidak terima atas perihal yang telah dilakukan guru mengaji itu. Apalagi tidak hanya anaknya yang menjadi korban, tetapi ada tujuh anak lain. Pihaknya meminta pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus tersebut, agar tidak lagi ada korban pencabulan yang menimpa anak TPQ. 

Kasat Reskrim Polres Kudus Ajun Komisaris Agustinus David saat dikonfirmasi, Rabu (16/2/2022), masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut atas kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. Pelaku kini sudah diamankan pihak kepolisian.

Polisi mengungkap bahwa kejadian pencabulan anak di Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, terjadi pada pertengahan 2020 sampai dengan September 2021. "Kejadian diperkirakan sejak pertengahan 2020 hingga September 2021. Pelaku melakukan aksinya saat korban menjalani tes kenaikan di suatu madrasah," terangnya.

Baca juga: Petugas Farmasi se-NTT Dilatih Jaga Kualitas Vaksin Covid-19

Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengakui perbuatan kejinya itu. Pelaku kini terancam tindak pidana perbuatan cabul terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak. (OL-14)

BERITA TERKAIT