15 February 2022, 08:35 WIB

11 Nakes Positif Covid-19 Puskesmas Turi Tutup Sementara


Agus Utantoro | Nusantara

MI/Wijayadi
 MI/Wijayadi
ilustrasi: pengumuman pelayanan Puskesmas Turi yang berada di Jalan Turi Pakem, Donokerto, Sleman, ditutup sementara.

PELAYANAN rawat jalan di Puskesmas Turi yang berada di Jalan Turi Pakem, Donokerto, Sleman, ditutup sementara. Hal ini setelah diketahui 11 tenaga kesehatan (nakes) di puskesmas tersebut terpapar covid-19.

Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Khamidag Yuliati, membenarkan penutupan khususnya di layaan rawat jalan tersebut berlangsung sejak Sabtu lalu. "Penutupan ini selama 3 hari," kata Khamidah, Selasa (15/2).

Menurut dia, pekan lalu, Puskesmas melaporkan adanya 4 nakes-nya yang terpapar covid-19, sehingga mengajukan permohonan penutupan sementara. Setelah menerima laporan adanya nakes terpapar, Dinas Kesehatan segera melalukan tracing dan hasilnya 11 tenaga kesehatan atau SDMK di puskesmas tersebut positif.

Karena itu, lanjutnya, pelayanan rawat jalan pun kemudian ditutup. Layanan rawat jalan, lanjutnya kemudian dialihkan ke Puskesmas Pembantu yang ada di sejumlah lokasi di Kapanewon Turi.

Khamidah menambahkan selama penutupan, Satgas Covid-19 Kabupaten Sleman melakukan penyemprotan disinfektan. "Sekurangnya tiga kali dalam tiga hari," katanya.

Penambahan Kasus di DIY

Di tempat terpisah, Juru Bicara Pemda DIY untuk Gugus Tugas Covid-19 Berty Murtiningsih menjelaskan, sepanjang hari Senin (14/2) penambahan  kasus terkonfirmasi covid-19 di DIY sebanyak 671 kasus.

"Lebih rendah dibanding sehari dan dua hari sebelumnya yang penambahannya di atas 1.000 kasus," kata Berty.

Namun demikian, Berty menegaskan, pertambahan tertinggi tetap di Kabupaten Sleman sebanyak 223 kasus, disusul Kota Yogyakarta yang bertambah 196 kasus, Kabupaten Bantul tambah 190 kasus, Kulonprogo tambah 44 kasus, dan Gunungkidul tambah 18 kasus.

Dengan adanya penurunan jumlah kasus baru harian, positively rate di DIY sebesar 6,56 persen.
Pada hari Senin pula, ujarnya, dari 1.014 sampel yang diperiksa dengan menggunakan metode SGTF (S-Gene Target Failure ), 90 persen diantaranya atau sebanyak 901 sampel dinyatakan probable omicron dan 113 lainnya nonprobable. (OL-13)

Baca Juga: Lima RPTRA di Semper Barat akan Rutin Gelar Vaksinasi Booster

BERITA TERKAIT