13 February 2022, 16:52 WIB

Kado ulang tahun Garut ke 209 Dijanjikan Jalur Kereta Api Beroperasi


Adi Kristiadi | Nusantara

MI/Adi Kristiadi
 MI/Adi Kristiadi
Bupati Garut Rudy Gunawan (kaos coklat) menerima Dirjen Perkeretaapian, Kemenhub Zulfikri, di Stasiun Garut, Minggu (13/2)

BUPATI Garut, Rudy Gunawan menerima Zulfikri, Direktur Jendral (Dirjen) Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Zulfikri, beserta jajaran direksi PT Kereta Api Indonesia (KAI) di Stasiun Cibatu, Kabupaten Garut, Minggu (13/2). Kunjungan dirjen beserta rombongan dalam rangka inspeksi menyusul akan segera beroperasinya kembali jalur kereta api Garut - Cibatu.

Bupati Garut, Rudy Gunawan mengatakan, reaktivasi jalur kereta api ini menjadi salah satu kado spesial untuk Kabupaten Garut, yang tahun ini akan merayakan ulang tahun ke-209. Kereta yang dinaikinya terasa nyaman, bersih dan memiliki waktu yang cukup ideal untuk mengantar masyarakat Garut yang nanti akan berpergian ke Jakarta.

"Saya tadi menaiki kereta api yang nyaman, AC-nya sentral, bersih dan longgar ya ini top sekali lah untuk Jakarta dari Pasar Senen ke Garut, tentu melewati beberapa stasiun. Dari Garut pukul 7.15 WIB bolak-balik lagi dari Jakarta pukul 17.00 WIB waktu yang sangat ideal," ujar Bupati Garut Minggu (13/2/2022)

Rudy menyatakan, pihaknya mengajukan permohonan kepada PT KAI dan Kementerian Perhubungan di hari ulang tahun Garut ke-209, akan mencoba secara langsung kereta api Pasar Senen-Garut, bersama Forkopimda Kabupaten Garut.

"Nanti ingin kita mencoba dari unsur-unsur Forkopimda lain dan tentu dengan aparatur daerah mencoba menaiki kereta api yang akan digunakan oleh masyarakat dari Garut pukul 7.15 WIB dan pulang lagi dari pasar Senen pukul 17.00 lebih. Namun, secara khusus bupati mengucapkan terima kasih kepada pemerintah, sehingga Garut kembali memiliki kereta api yang selama ini didambakan oleh masyarakat," katanya.

Sementara itu, Zulfikri mengungkapkan, sesuai amanat UU No:23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, bahwa setiap mengoperasikan jalur kereta api harus tetap melakukan serangkaian pengujian terutama untuk menjamin safety atau keselamatan dari pengoperasian kereta api nanti.

"Kami sudah menurunkan tim keselamatan dan pengujian terutamanya untuk melakukan pengujian jalur kereta, kesiapan stasiun dan juga melakukan safety assesmen. Namun, selama ini telah mencatat beberapa hal yang perlu diperbaiki hingga ditindaklanjuti supaya memenuhi ketentuan agar bisa dilakukannya pengoperasian secara komersial untuk bisa digunakan oleh masyarakat," ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam waktu sebulan ke depan akan melaksanakan serangkaian uji coba terbatas menggunakan kereta api yang nantinya akan dioperasikan di Stasiun Garut. Dalam melakukan uji coba terbatas ini dengan rangkaian kosong, setelah itu nanti akan ada tahapan selanjutnya adalah uji coba dengan rangkaian berisi penumpang tapi terbatas. Belum full.

"Selama uji coba dengan penumpang terbatas, tidak dipungut biaya dan setelah semua perbaikan dan safety assesment, maka kereta api akan beroperasi secara komersial. Namun, secara paralel dilakukan perbaikan atas hasil pengujian dan safety asesmen kita, baru kira-kira mungkin dalam waktu sebulan tergantung sama teman-teman menyelesaikan ini, kita akan melakukan operasi secara komersial artinya kita buka untuk masyarakat dengan penerapan tarif yang sudah disepakati, tapi selama uji coba ini mungkin dengan tanpa tarif," lanjutnya.

Zulfikri menerangkan, nantinya akan ada 2 lintas pelayanan yang ada di Stasiun Garut, yaitu trayek Garut - Pasar Senen dan trayek Garut - Purwakarta dan pelayanan dari (Pasar) Senen memang diberikan subsidi juga oleh pemerintah dari (Pasar) Senen ke Garut, dan ada kereta dari Purwakarta juga, Purwakarta (atau kereta) Cibatuan sekarang akan masuk ke (Stasiun) Garut tidak hanya sampai Cibatu, jadi ada 2 seharinya Cibatuan 4 trip yang dari Senen 2 trip.

"Berkaitan dengan peresmian dirinya meminta agar masyarakat untuk tetap bersabar, karena keselamatan penumpang adalah nomor satu. Saya kira itu yang kita siapkan, Alhamdulillah, mudah-mudahan mohon masyarakat di Garut sekitarnya bersabar karena safety ini adalah nomer satu yang perlu diperhatikan," tegasnya. (OL-13)

Baca Juga: 64 Kanal Telegram di Jerman Diblokir, Ini Alasannya

BERITA TERKAIT