08 February 2022, 19:40 WIB

Koster: Sudah 10 Ribu Kasus Varian Omikron, Isolasi di Bali Harus Terpusat


Bagus Putra Mas Suwarjana (Metro TV) / Narendra Wisnu Karisma (Story Builder) | Nusantara

Metro TV/Bagus Putra Mas Suwarjana
 Metro TV/Bagus Putra Mas Suwarjana
Koster mengungkapkan, dari 10 ribu angka kasus aktif yang ada, 90% pasien merupakan orang tanpa gejala (OTG) dan bergejala ringan.

GUBERNUR Bali I Wayan Koster buka suara terkait kasus harian covid-19 yang menyentuh angka ribuan pada beberapa hari belakangan ini di Pulau Dewata. Koster memastikan varian omikron sudah menyebar di Bali sejak akhir Januari lalu. 

"Melihat refleksi yang terjadi di beberapa negara, termasuk Jakarta (Indonesia), kasus yang muncul saat ini saya kira itu sudah merupakan covid-19 varian omikron," ungkap Koster dalam keterangan pers di Denpasar, Selasa (8/2/2022).

Baca juga: Kasus Covid-19 di DIY Terus Melonjak

Sebelumnya, Bali mencatat warga yang positif covid-19 hanya satu digit. Namun, kasus tersebut mulai merangkak naik perlahan menjadi 2 digit sejak 15 Januari 2022. Kini, sudah ada 10 ribu kasus positif varian omikron di provinsi tersebut.

"Kemudian naik tiga digit kasus aktifnya, karena perkembangannya yang sangat cepat dalam satu minggu ini sekarang sudah mencapai 10 ribu lebih. Kasus omikron ini munculnya sekitar 3 minggu selepas liburan Tahun Baru berakhir di Provinsi Bali," ujar politikus PDIP itu.

Koster mengungkapkan, dari 10 ribu angka kasus aktif yang ada, 90% pasien merupakan orang tanpa gejala (OTG) dan bergejala ringan. 10% lainnya bergejala sedang, dan tidak semuanya dirawat di rumah sakit.

Pemprov Bali pun mengambil sejumlah langkah untuk mencegah penyebaran varian omikron ini, salah satunya meminta pasien bergejala ringan untuk isolasi terpusat. Hal ini guna mencegah rumah sakit penuh.

"Gejala tidak terlalu berat diisolasi. Sudah siap (isolasi terpusat) kami. Jangan lagi isolasi mandiri," tegas Koster.

Koster juga sudah menerbitkan Instruksi Gubernur untuk menghentikan seluruh proses belajar tatap muka (PTM) bagi seluruh sekolah di Bali. Kegiatan perkantoran juga dibatasi 50% pegawai.

Baca juga: Sidoarjo Tetap Upayakan PTM meski 124 Siswa Terinfeksi Covid

Sementara itu, pusat perbelanjaan, tempat-tempat umum dan destinasi wisata juga dibatasi sebanyak 50% pengunjung serta wajib menerapkan aplikasi pedulilindungi.

Data terkini dari Satgas Covid-19 Provinsi Bali per tanggal 8 Februari 2022, terdapat kasus positif sebanyak 2.425, sembuh sebanyak 353 kasus, dan meninggal 5 kasus. (Ren/A-3)

BERITA TERKAIT