08 February 2022, 00:18 WIB

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Polda Sumut Perketat Pengawasan Keramaian


Yoseph Pencawan | Nusantara

DOK MI
 DOK MI
Ilustrasi 

POLDA Sumatera Utara (Sumut) memerketat pengawasan keramaian di wilayah untuk mengantisipasi lonjakan penularan Covid-19.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengatakan, pihaknya kembali memerketat pengawasan terhadap aktivitas keramaian masyarakat dan operasional tempat-tempat keramaian. Pengetatan dilakukan dengan menggelar operasi yustisi.

"Operasi Yustisi kita gencarkan kembali guna mengingatkan masyarakat untuk taat prokes serta meminimalisir mobilitas masyarakat," ungkapnya, Senin (7/2).

Dia menerangkan, jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Sumatera Utara belakangan ini mengalami peningkatan signifikan. Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 per tanggal 6 Februari 2022 mencapai 245 orang.

Adapun data mingguan mulai dari 1 sampai 6 Februari 2022 sudah mencapai 1.119 orang. Itu berarti jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mengalami peningkatan baik harian maupun mingguan.

Angka peningkatan itu merupakan akumulasi data dari kabupaten dan kota yang ada di Sumut. Daerah yang paling menonjol adalah Kota Medan, Kota Pematangsiantar, Kabupaten Deliserdang dan Kota Gunung Sitoli.

Karena itu, untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan, Polda Sumut bersama dengan pemerintah daerah akan kembali menggencarkan operasi yustisi gabungan. Operasi yustisi akan digelar baik pada malam maupun siang hari.

Para personel Binmas dan Bhabinkamtibmas, dibantu tim Puskesmas dan Babinsa, juga akan meningkatkan tindakan tracing dari orang yang terkonfirmasi. Jika ada masyarakat yang terkonfirmasi positif dengan gejala berat akan diwajibkan menjalani perawatan isolasi di rumah sakit, sedangkan isolasi mandiri hanya diperkenankan bagi yang bergejala sedang dan ringan.

Selain itu, lanjut Hadi, pihaknya juga  kembali menggencarkan sosialisasi melalui media massa dan media sosial. Sosialisasi difokuskan untuk mengingatkan masyarakat agar taat terhadap prokes serta ancaman bahaya varian omikron yang penularannya jauh lebih cepat.

Sebelumnya, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi menyatakan, Satgas Penanganan Covid-19 Sumut telah membuat langkah antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya lonjakan Covid-19 (varian Delta) dan varian Omikron. Kesiapan itu terutama dalam hal ketersedian tempat tidur (BOR) di rumah sakit, obat-obatan serta oksigen. Edy memastikan Sumut belum benar-benar aman dari penularan varian Delta dan Omicron meski secara umum sudah terbentuk kekebalan komunitas. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT