05 February 2022, 19:33 WIB

BBKSDA Sumut Segera Lepasliarkan Dua Harimau Sumatera


Yoseph Pencawan | Nusantara

DOK MI
 DOK MI
Harimau sumatera

BALAI Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara bersiap melepasliarkan dua ekor harimau sumatera dari Barumun Nagary Wildlife Sanctuary (BNWS) di Desa Batunanggar, Kecamatan Batangonang, Kabupaten Padanglawas Utara.

Plt. Kepala BBKSDA Sumut Irzal Azhar mengatakan, saat ini dua anak harimau sumatera bernama Surya Manggala dan Citra Kartini sedang disiapkan untuk dilepasliarkan ke alam. "Tahapan untuk proses pelepasliaran sudah dilakukan," ujarnya, Sabtu (5/2).

Persiapan pelepasliaran kedua anak harimau berusia tiga tahun itu mencakup beberapa tahap. Di mulai dari tahap pengamatan perilaku harian, analisis perilaku, pemeriksaaan kesehatan dan persiapan lokasi pelepasliaran.

Tahapan-tahapan persiapan tersebut melibatkan tiga pihak, yakni Yayasan Parsamuhan Bodichita Mandala Medan (YPBMM) dan Forum Harimau Kita. Dari hasil pemeriksaan kesehatan serta analisis perilaku, kedua anak harimau itu sudah direkomendasikan layak untuk segera dilepasliarkan ke alam. "Sehingga rencana pelepasliaran tinggal menunggu hasil survei lokasi," imbuh Irzal.

Surya dan Citra lahir di Barumun Nagary Wildlife Sanctuary (BNWS) pada 8 Desember 2018 dari induk yang sama, yakni Gadis dan Monang. Gadis adalah seekor harimau betina berusia 10 tahun, sedangkan Monang merupakan harimau jantan berusia sembilan tahun.

Gadis menjadi korban konflik (terkena jerat) di Kabupaten Mandailing Natal dan dibawa ke BNWS pada 2016. Akibat terkena jerat, Gadis harus menjalani amputasi kaki kanan sebelah depan.

Sedangkan Monang dievakuasi dari Desa Dolok Parmonangan, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun pada 2017. Harimau Sumatera ini dievakuasi dan dirawat ke BNWS setelah terkena jerat di perkebunan warga.

BNWS merupakan fasilitas yang dibangun Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui BBKSDA Sumut, bekerja sama dengan YPBMM. Fasilitas yang beroperasi mulai 2016 itu berperan sebagai tempat merehabilitasi harimau sumatera korban konflik.

Tempat ini merawat dan mempersiapkan harimau untuk dilepasliarkan kembali ke habitatnya di alam liar. Saat ini fasilitas seluas 30 hektare itu sedang merawat dan merehabilitasi delapan harimau sumatera. (OL-15)

BERITA TERKAIT