04 February 2022, 20:02 WIB

Lamongan Raih Peringkat 2 Nasional PTSL


M Yakub | Nusantara

DOK MI
 DOK MI
Ilustrasi 

KABUPATEN Lamongan, menjadi wilayah menjadi dengan total sertifikat terukur paling banyak di Jawa Timur dan peringkat kedua se-Indonesia dengan jumlah 118.305 bidang. Lamongan juga menjadi kabupaten dengan Deklarasi Desa Lengkap (DDL) terbanyak se-Indonesia.

Atas keberhasilan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tersebut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi memperoleh penghargaan dari Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kakanwil BPN) Jawa Timur, Johanar di Pendopo Pemkab Lamongan.

Johanar mengatakan, menjadikan DDL terbanyak merupakan suatu persoalan yang tidak mudah. Dengan adanya DDL maka, sudah tidak ada ketumpang-tindihan antarbidang tanah dalam suatu desa.

"DDL terbanyak itu tidak mudah, jadi atas bantuan bapak/ibu semuanya akhirnya Lamongan nomor 1 se-Indonesia. Saya mohon kepada Pak Bupati agar DDL di Lamongan ini nanti berbasis bidang. Nanti kalau DDL berbasis bidang, ini adalah sudah sempurna," ungkapnya, saat menyerahkan penghargaan pada Bupati.

BPN Jatim, kata dia, juga telah mengajukan agar desa yang sudah deklarasi di Jawa Timur untuk memiliki hukum yang berbeda dari desa lainnya, yakni berhukum positif. Dengan demikian, tanah yang telah bersertifikat sudah memiliki hukum yang kuat dan tidak bisa diganggu gugat. "Sekarang di Indonesia hukumnya masih negatif bertendensi positif, jadi di sertifikat tanah masih bisa digugat," tambahnya.

Bupati Yuhronur berterima kasih dengan kerjasama dari semua pihak di Kabupaten Lamongan. Menurutnya percepatan PTSL ini sangat membantu masyarakat dalam proses legalisasi aset yang dimiliki.

"Alhamdulillah dengan hubungan yang baik ini membawakan hasil yang luar biasa, Lamongan menjadi kabupaten terbaik se-Indonesia. Masyarakat sangat senang menerima sertifikat yang telah kita berikan, dengan demikian legalisasi atas aset yang dimiliki akan lebih mudah, dan tentunya dapat menghindari sengketa. Terima kasih atas kerjas amanya dari forkopimda dan semua pihak, sehingga kita bisa mensukseskan pelaksanaan PTSL di Lamongan pada 2021, semoga ini berlanjut pada 2022," katanya.

Kepala Kantor BPN Lamongan Eko Jauhari mwnambahkan target program pengukuran pada 2021 di Lamongan adalah 103.300 bidang, yang menghasilkan produk sertifikat sejumlah 104.943 bidang. Selain itu juga produk peta bidang tanah (K3) 14.363 bidang, dengan total sertifikat yang sudah terukur sejumlah 118.305 bidang. Produk sertifikat serta DDL terbanyak nasional yakni, mencapai 100 desa. (OL-15)

BERITA TERKAIT