03 February 2022, 20:15 WIB

Ganjar Dukung Korban Pelecehan Seksual Berani Bicara


Haryanto | Nusantara

MI/HARYANTO
 MI/HARYANTO
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo


GUBERNUR  Jawa Tengah Ganjar Pranowo memberi dukungan penuh kepada korban pelecehan seksual yang berani bicara mengungkap atas apa yang dialaminya.

Ganjar berharap, sikapnya ini dibarengi kesadaran seluruh pihak untuk membantu dan memberikan keadilan bagi korban.

"Saya dukung mereka yang berani speak up. Bagus sekali. Mereka percaya diri dan mengambil resiko ke publik, menurut saya, mereka harus saya acungi jempol," ungkap Ganjar, di kantornya, Kamis (3/2).

Di Jateng, sesuai data Legal Resource Centre Untuk Keadilan Jender dan HAM (LRC-KJHAM) terdapat 80 kasus kekerasan terhadap perempuan. Dari total jumlah korbannya 120 orang, ada 84 orang yang menjadi korban kekerasan seksual.

Ganjar telah meminta dinas terkait untuk terus memonitor dan mengawal
penyelesaian kasus-kasus tersebut. Pemprov Jawa Tengah juga bekerja sama dengan kepolisian.

Ada ruang khusus untuk kasus ini. Namun, kurangnya literasi kepada masyarakat jadi kendala.

"Metode kita relatif bagus. Nah yang kurang adalah lebih proaktif
menyampaikan kepada masyarakat, kalau kamu mengalami situasi itu cepat
lapor ke sini, jangan malu," lanjutnya.

Untuk itu, Ganjar menggandeng banyak pihak terlibat dalam penyampaian yang lebih masif. Tentu dengan literasi yang baik.

Di sisi lain, pada kasus kekerasan atau pelecehan seksual terhadap anak, pria kelahiran Karanganyar, Jawa Tengah, itu, berharap
penanganannya dilakukan secara khusus.

"Kemarin ada kejadian salah satunya di Wonosobo dan ini ke pelajar terus, kemudian ramai. Teman-temannya membantu memviralkan. Saya bilang hati-hati, jangan sampai kalau diviralkan malah jadi menambah derita korban. Jangan sampai mereka tertekan," tuturnya.

Ganjar berharap, ke depan masyarakat lebih peduli pada kasus kekerasan dan pelecehan seksual. Alumnus Universitas Gadjah Mada Yogyakarta itu mengaku siap pasang badan, jika ada korban yang ingin melapor tapi tidak berani.

"Pesan saya kepada siapapun untuk cepat melapor kepada kita. Apalagi jika korbannya anak-anak, yang mesti kita lindungi," tambahnya. (N-2)

BERITA TERKAIT