02 February 2022, 22:41 WIB

Gerakan Melawan Stunting HaloPuan Digelar di Kota Pangkal Perjuangan


mediaindonesia.com | Nusantara

Ist
 Ist
Kegiatan Gerakan Melawan Stunting digelar di Karawang, Jawa Barat. 

LEMBAGA sosial milik Ketua DPR RI Puan Maharani, HaloPuan, menggelar Gerakan Melawan Stunting di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Tepatnya di Desa Pusakajaya Selatan, Kecamatan Cilebar.

Pada Rabu (2/2) pagi, sekitar 200 warga mendatangi lokasi acara yang berada tak kurang dari setengah jam perjalanan menuju Pantai Utara Jawa.

Karawang memercikkan kembali momen bersejarah bagi bangsa Indonesia pada umumnya, dan Puan Maharani pada khususnya.

Ini karena di daerah inilah (tepatnya di Rengasdengklok), kakek Puan, Bung Karno, diculik para pemuda pejuang pada malam 15 Agustus 1945 untuk membulatkan tekad memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Baca juga: Kemen PPPA : Perkawinan Anak Berisiko Kelahiran Bayi Stunting

Kali ini, relawan Puan Maharani membulatkan tekad untuk memerdekakan generasi bangsa dari kondisi stunting bersama warga.

“Ibu Puan sangat concern dengan masalah stunting karena anak-anak kita pada hari ini akan berusia produktif pada saat Indonesia berusia 100 tahun,” kata Koordinator HaloPuan, Poppy Astari.

Poppy juga menjelaskan bahwa, jika tak disadari sejak dini, atau sejak usia pra-pernikahan, stunting akan sulit untuk dicegah. “Karena itu, Ibu Puan mengutus kami untuk terus menyosialisasikan bagaimana hidup dengan gizi seimbang dan mencegah stunting.”

Kepala Puskesmas Kertamukti, Kecamatan Cilebar, Dedi Sugandi, mengatakan salah satu faktor penyebab stunting di wilayah kerjanya adalah perilaku buruk warga di antaranya adalah kebiasaan membuang hajat sembarangan.

“Masih ada doli (modol di kali) dan dolbon (modol di kebon). Orang kita mah beli rokok bisa, tapi bikin WC enggak bisa,” kata Dedi. 

Angka stunting di Kabupaten Karawang, menurut data Riset Dasar Kesehatan pada 2018 adalah 33,1%. P

ada tahun yang sama, pemerintah kabupaten menyebut prevalensi stunting di angka 12,8%. Angka itu pada 2020 menurun menjadi 2,8%.

Terlepas dari perbedaan data antara pusat dan daerah, Gerakan Melawan Stunting HaloPuan tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki mereka yang stunting tapi lebih dari itu mencegah kejadian stunting baru sejak dini.

Oleh karena itu, Gerakan ini menyasar sejumlah kelompok warga: ibu menyusui, ibu hamil, pasangan usia subur, calon pengantin, dan kader posyandu dengan berfokus pada penyuluhan tentang gizi seimbang dan pencegahan stunting.

Dalam kegiatan ini, HaloPuan juga menyampaikan manfaat luar biasa dari bubuk daun kelor. Belum banyak disadari warga, tanaman yang banyak tumbuh liar di tanah Indonesia itu memiliki manfaat tak terhitung banyaknya, dari mulai kandungan mikronutrisi, serat, zat besi, vitamin, dan antioksidan.

Di beberapa negara di Asia dan Afrika, bubuk daun kelor pun telah terbukti mampu melawan malnutrisi dan stunting.

Kepala Desa Pusakajaya Selatan, Boy Jumantara, dan Camat Cilebar, Achmad Kartiwa, berterima kasih kepada Puan Maharani kerena tim Ketua DPR RI itu telah berbagi informasi tentang manfaat daun kelor dan bagaimana cara mengolahnya menjadi bubuk, sehingga kandungan nutrisi dan gizinya terikat.

“Ini ada harapan, semoga Cilebar bisa menjadi tempat penanaman dan pengolahan daun kelor karena Cilebar memiliki potensi alam yang luar biasa,” kata Camat Cilebar, Achmad Kartiwa.

“Selain terutama untuk kesehatan, ini (kelor) juga bisa untuk menggerakkan ekonomi warga.”

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan sekaligus anggota DPRD Kabupaten Karawang, Taufik Ismail, juga berterima kasih kepada Puan Maharani yang telah mengirimkan tim relawan untuk mengedukasi warga tentang manfaat kearifan lokal.

“Ini (kelor) merupakan potensi nu aya di lembur urang sadayana (potensi yang ada di desa kita),” katanya dalam Basa Sunda.

Taufik pun berharap kader-kader PDI Perjuangan Kabupaten Karawang bisa menjadi agen penanaman dan pemanfaatan kelor di tengah masyarakat. (RO/OL-09)

 

BERITA TERKAIT