02 February 2022, 10:35 WIB

Pakar dari UGM Apresiasi Warga Jenu, Tuban, Jatim dalam Kelola Uang 


mediaindonesia.com | Nusantara

MI/M Irfan
 MI/M Irfan
 Pakar ekonomi dan bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor Mudrajad Kuncoro.

PAKAR ekonomi dan bisnis Universitas Gadjah Mada (UGM) Profesor Mudrajad Kuncoro mengapresiasi warga Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban, yang ternyata semakin kaya setelah mendapatkan ganti untung Pertamina setahun lalu.

Menurut Mudrajad, para penerima penggantian lahan memang harus bisa mengelola uang yang diterima dalam jumlah besar. 

“Bagus itu. Itu artinya, warga bisa mengelola keuangan. Mereka mengalokasikan uang yang diterima untuk bisnis produktif,” kata Mudrajad kepada media pada Rabu (2/2). 

Menurut Mudrajad, kemampuan mengelola keuangan tidak hanya meningkatkan kemakmuran warga. Lebih dari itu, juga bisa menggerakkan perekonomian secara berkelanjutan. 

Baca juga: Penanganan Kasus Stunting di Tuban Dilakukan secara Lintas Sektoral

Dalam konteks itu pula, Mudrajad menilai positif upaya Pertamina yang sebelum memberikan uang penggantian, terlebih dahulu memberikan pendampingan dan pelatihan pengelolaan keuangan kepada warga Kecamatan Jenu. Apalagi, dalam pendampingan manajemen keuangan tersebut, Pertamina juga menggandeng LPPM Universitas Airlangga. 

“Bimbingan Pertamina tersebut tepat. Apalagi, mengajak perguruan tinggi untuk bekerja sama,” kata Mudrajad. 

Dan untuk ke depan, lanjutnya, bisa saja pendampingan di tempat lain dilakukan dengan melibatkan UKM Desa dan Bumdeas supaya lebih optimal.

“Karena ke depan, yang dibutuhkan, supaya warga bisa jadi entrepreuner dan sociopreneur. Caranya, bahwa uang penggantian lahan bisa untuk membuka awal bisnis dan modal usaha mereka,” jelas Mudrajad. 

Terkait warga Kecamatan Jenu yang bertambah kaya setelah menerima uang penggantian dari Pertamina, dibenarkan Kepala Desa Beji, Kecamatan Jenu, Arifin.

Dia mengatakan, warga desanya kini hidup makmur dan memiliki tempat tinggal yang semakin bagus dari sebelumnya. “Malah rumah semakin bagus,” ujar Arifin. 

Pernyataan Arifin, semakin mematahkan informasi yang sempat beredar, yang menyebutkan bahwa warga “Kampung Miliarder” tersebut kembali jatuh miskin.

Menurut Arifin, informasi tersebut memang tidak benar. Hal ini didasarkan pengamatannya bahwa kehidupan warga di desa Beji semakin justru semakin kaya dan meningkat kesejahteraannya.

Sebelumnya, bantahan bahwa warga kembali miskin, juga disampaikan Kepala Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Gianto. 
  
“Sekarang ini kondisi warga malah tambah bagus. Tidak seperti diberitakan di televisi. Kalau ada yang demo-demo, itu bukan warga saya,” kata Gianto. 

Gianto menjelaskan, warga Desa Sumurgeneng Kecamatan Jenu yang mendapat penggantian tersebut, memang bertambah makmur. Pasalnya, setelah menerima uang, warga menggunakan untuk membeli tanah yang lebih luas, di luar desa Sumurgeneng. 

“Karena lahan di desa terbatas, akhirnya beli di luar desa. Misal kemarin punya 1 hektar, sekarang mereka punya 2 sampai 4 hektar. Jadi bisa dua kali lipat. Masih ada sisa uang,” kata Gianto menjelaskan. 

“Sisanya buat beli rumah, bayar utang, atau beli mobil,” tamba Gianto. (RO/OL-09)

BERITA TERKAIT