27 January 2022, 19:30 WIB

RS Hasan Sadikin Siapkan Sarana Tangani Pasien Varian Omikron


Naviandri | Nusantara

AFP
 AFP
Varian omikron

MENGHADAPI kemungkinan lonjakan kasus Covid-19 varian omikron, Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, Jawa Barat telah menyiapkan sarana dan prasarana serta tenaga medis.Hingga kini, RSHS belum menerima pasien varian omikron.

"Kami sudah melakukan kesiapan baik itu sarana dan prasarana yang ada maupun SDM-nya dan kami juga sudah menyiapkan layout penanganan seperti saat terjadinya lonjakan varian Delta tahun lalu," kata Direktur Perencanaan, Organisasi dan Umum, Muhammad Kamaruzzaman, Kamis (27/1).

Selain itu, pihaknya juga memperketat screening, dengan memberikan formulir screening yang sesuai dengan screening Covid-19. Kemudian RSHS juga melakukan layanan triase menggunakan APD tahap dua dan kapasitas penampungan isolasi juga masih belum berubah, masih seperti kapasitas ketika terjadi lonjakan pada bulan Juli dan Agustus yang lalu yaitu 5 pasien.

"Untuk kesiapan tabung oksigen, saat ini ruang isolasi RSHS sudah dilengkapi 40 buah tabung oksigen. Bahkan  sudah tersedia oksigen konsentrator sebanyak 22 buah, serta oksigen transport tujuh buah dan hepa filter enam buah," jelasnya.

RSHS, kata Kamaruzzaman, kini telah memiliki oksigen generator sendiri, sehingga nantinya mampu memproduksi oksigen mandiri. Hal ini sangat  penting apabila terjadi lonjakan pasien, dengan pasien yang dirujuk yang sudah berkategori berat atau security levelnya sudah tiga, ini yang memerlukan oksigen tentu saja kini dapat memenuhi kebutuhan tersebut.

"Kami akan memproduksi satu atau dua jam untuk penggunaan oksigen yang dipergunakan oleh RSHS. Ini salah satu upaya untuk mempersiapkan bila terjadi lonjakan varian omikron," ujarnya.

RSHS mengaku sejauh ini belum menerima pasien varian omikron. Kendati demikian, sekarang masih ada 34 orang yang ditangani lantaran terpapar Covid-19.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung, mengkonfirmasi 6  warganya yang terinfeksi Covid-19 varian omikron. Satu diantaranya telah  dinyatakan sembuh dan 5 orang lainnya masih dirawat di Badan  Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat di Kota Cimahi. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT