27 January 2022, 10:50 WIB

Benih Jagung yang Ditanam Jokowi di Kabupaten Sorong Dipanen


Martinus Solo | Nusantara

MI/MArtinus Solo
 MI/MArtinus Solo
Pemkab Sorong, Papua Barat memanen jagung hybrida yang tanam Presiden Jokowi di lahan ketahanan pangan setempat, Kamis (27/1) 

PEMKAB Sorong memanen jagung jenis hibrida pestrat satu, yang ditanam oleh Presiden RI Joko  Widodo, beberapa waktu lalu, di lahan Jln.Tuturuga SP.1 Kelurahan Klamalu, Distrik Mariat, Kabupaten Sorong, Papua Barat,Kamis,(27/1).

Kegiatan panen dipimpin Wakil Bupati Sorong, Suko Hardjono, dalam kesempatan itu wabup menyampaikan hari ini sama-sama menyaksikan panen perdana dari hasil kerja keras semua pihak yang terlibat. Mulai ditanam sampai dipanen.

"Bapak dan ibu saat ini kita masih berada pada situasi Pandemi Covid- 19 yang mana semoga dengan keyakinan kita, pandemi ini segera berlalu dan kita bisa melakukan aktivitas seperti biasa dan kegiatan ini dimonitor oleh pemerintah pusat," kata Wabup Suko Hardjono.

Proses penanaman yang dilakukan pada 4 Oktober 2021 oleh Presiden Jokowi. Kini, warga Kabupaten Sorong bisa menikmati hasil panennya. Ini merupakan program ketahanan pangan yang cukup luar biasa. Keberhasilan panen ini tidak terlepas dari kerjasama TNI Polri, kelompok tani dan pemerintah daerah.

"Saya selalu menyampaikan kepada Kepala Dinas bahwa masih banyak lahan di Kabupaten Sorong yang masih tidur (belum digarap). Saya berharap agar lahan itu bisa dimanfaatkan dengan menanam jagung hibrida," ungkap Wabup Suko Hardjono.

Dimana hasil dari tanam jagung hybrida di lahan tidur itu, jelas Suko, hasilnya akan memberikan peningkatan ekonomi kepada masyarakat atau kelompok tani yang ada. Para petani yang ada di Kabupaten Sorong ini memang lebih menyukai menanam jagung manis daripada jagung hibrida karena daya jualnya yang cukup tinggi.

"Mari kita sosialisasikan dengan baik terkait Jagung Hibrida untuk menjadi pakan bagi pengusaha ternak dan lain-lain. Bila kita lihat wilayah Kabupaten Sorong merupakan lumbung pangan bagi Wilayah Kota dan Kabupaten lainnya," ucap Wabup Suko.

Sementara Asisten II Bidang ekonomi dan pembangunan Setda  Provinsi Papua Barat
Melkias Warinussa, SE., MH menjelaskan bahwa potensi lahan pertanian di Papua Barat seluas 269.411 Ha. Potensi tersebut belum digarap optimal untuk meningkatkan ketahanan pangan.

Saat ini, jelas Warinussa, kita berada pada lahan pencanangan jagung yang ditanam Presiden RI dan memanennya. Pencanangan tanam jagung merupakan tanaman yang bertujuan untuk ketahanan pangan yang dibutuhkan oleh para peternak.

"Oleh karena itu mari kita tingkatkan program dan produk tersebut sehingga terus maju. Kepada generasi muda marilah bergabung dalam petani milenial. Untuk menjaga potensi lahan serta untuk meningkatkan perekonomian masyarakat yang ada," harap Warinussa.

Potensi pasar jagung ini, ungkap Warinussa, sangat besar dan pasti terserap pasar dalam negeri. Ia mencontohkan kebutuhan jagung untuk pakan ternak di Jawa Barat sangat besar. "Jadi jangan kawatir hasil panen jagung kita tidak laku dipasar," ujar Warinussa. (OL-13)

Baca Juga: Harga Minyak Goreng di Tasikmalaya Masih Rp20 ribu/liter

BERITA TERKAIT