27 January 2022, 08:25 WIB

IKIPMU Beri Pelatihan Penulisan Karya Ilmiah Bagi 1.000 Guru di Sikka Gratis


Gabriel Langga | Nusantara

MI/Gabrile Langga
 MI/Gabrile Langga
Penandatangan MOU antara Kepala Sekolah SMAN 1 Maumere, Yohanes Teta dan Rektor IKIP Muhammadiyah Maumere, Erwin Prasetyo, Kamis (27/1)

DILATARBELAKANGI keprihatinan akan rendahnya tradisi menulis di kalangan guru, kampus Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah (IKIPMU) Maumere, membuat program pelatihan penulisan karya ilmiah bagi 1.000 guru yang ada di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur mulai dari tingkat SD, SMP dan SMA. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan para guru di bidang penulisan karya ilmiah.

Rektor IKIP Muhammadiyah Maumere, Erwin Prasetyo mengatakan banyak guru di Kabupaten Sikka memiliki potensi dalam menulis karya ilmiah. Namun, akibat kurangnya fasilitasi serta wadah yang menampung tulisan para guru, tradisi menulis di kalangan guru menjadi rendah.

Oleh karena itu, kata dia, pihak kampus melakukan kerjasama dengan beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Sikka untuk menggelar pelatihan penulisan artikel ilmiah dan publikasi karya ilmiah sekaligus kedepannya memfasilitasi wadah karya para guru dengan menerbitkan jurnal guru.

"Kita yang kasih pelatihannya penyusunan penulisan karya ilmiah bagi guru-guru langsung di sekolah mereka. Kan guru itu harus ada laporan PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dalam bentuk karya ilmiah. Jadi  kita bantu guru agar bisa menulis karya ilmiah sampai dengan publikasi karya ilmiah" papar Erwin, kepada mediaindonesia.com, Kamis (27/1) di Kabupaten Sikka, NTT.

Dia mengatakan saat ini asesmen guru bukan saja dituntut pedagogik saja tetapi sekarang guru dituntut juga harus bisa membuat karya ilmiah. "Permasalahan guru-guru kita sekarang ini kan banyak yang belum bisa membuat karya ilmiah dan juga ada guru yang sudah buat laporan penelitian tindakan kelas tetapi tidak pernah membuat dalam bentuk tulisan. Jadi kita akan bantu berikan pendampingan pembuatan karya ilmiah bagi mereka. Publikasinya gratis" ungkap dia.

Untuk itu ungkap dia, pihak kampus telah membuat program pelatihan penulisan karya ilmiah bagi 1.000 guru di Kabupaten Sikka secara gratis. "Kita punya program 1.000 guru. Kita berikan pelatihan secara gratis alias tidak dibayar. Kita ingin bantu guru-guru di Sikka. Ada beberapa sekolah kita sudah mulai," tandas Erwin.

Disampaikan dia, publikasi ilmiah merupakan salah satu unsur untuk mewujudkan terbentuknya guru yang profesional. Untuk itu ia pun berharap dengan program 1.000 guru ini dapat membangun kualitas profesional para guru di Kabupaten Sikka serta terbentuknya tradisi ilmiah di kalangan para guru.

"Kita sangat yakin guru yang terbiasa melakukan penelitian serta dituangkan dalam tulisan ilmiah, sedikit demi sedikit dapat membangun pribadi guru yang ilmiah dan profesional" pungkas dia.  (OL-13)

Baca Juga: Penyidikan Peristiwa Paniai Mulai Periksa Saksi dari TNI

BERITA TERKAIT