26 January 2022, 14:00 WIB

Dinas Perdagangan Kota Cirebon Akui Harga Minyak Goreng di Pasar Belum Turun


Nurul Hidayah | Nusantara

MI/Andri W
 MI/Andri W
Pasar tradisional menjual minyak goreng harga lama.

DINAS Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, Perdagangan dan Perindustrian (DKUMPP) Kota Cirebon akui harga minyak goreng di pasar tradisional masih tinggi.

''Kisarannya masih Rp18 ribu hingga Rp19 ribu per liter,'' tutur Kepala DKUMPP Kota Cirebon, Maharani Dewi, Rabu (26/1). Dijelaskan Maharani, setiap hari pihaknya melakukan pemantauan terhadap kenaikan harga minyak goreng di pasar dan saat ini harga komoditas tersebut masih tergolong tinggi. Namun, lanjut Maharani, mereka tidak bisa melakukan intervensi pasar. Mereka hanya melakukan pemantauan dan melaporkan perkembangan harga minyak goreng di pasar setiap hari.

Dijelaskan Maharani, untuk pedagang di pasar rata-rata tidak mengambil barang dalam jumlah besar. ''Hanya satu dus. Tidak 
seperti pedagang besar,'' tutur Maharani. 

Sehingga mereka pun keberatan jika harus menurunkan harga minyak goreng yang dijual. ''Bahkan ada yang belum laku sama sekali,'' tutur Maharani.

Maharani juga menjelaskan dirinya belum mengetahui mekanisme klaim untuk pedagang pasar terhadap selisih harga akibat kebijakan minyak goreng satu harga yang ditetapkan pemerintah. ''Kementerian Perdagangan belum memberikan informasi bagaimana untuk pedagang pasar. Kalau untuk retail yang ambil dari perusahana besar mungkin bisa,'' tutur Maharani.

Sementara itu menyinggung operasi pasar minyak goreng yang dilakukan beberapa waktu lalu, Maharani menjelaskan sudah terjual habis di pasaran. ''Tapi memang sehari setelahnya pemerintah menetapkan kebijakan harga minyak goreng satu harga,'' tutur Maharani. 

Untuk supermarket dan pasar retail, harga minyak goreng langsung turun menjadi Rp14 ribu per liter. Namun di pasar tradisional, sekalipun sudah diberi waktu  seminggu yang terhitung hari ini, harga minyak goreng belum turun. (ULOL-10)
 

BERITA TERKAIT