26 January 2022, 16:10 WIB

Bulog Surakarta Operasikan MRMP, Persempit Ruang Gerak Spekulan


Widjajadi | Nusantara

MI/Widjajadi
 MI/Widjajadi
Kepala Bulog Surakarta, Sri Muniati dengan stafnya, Taufiqurrahman memperlihat beras Fortivit, yang menyehatkan dan mencegah stunting. 

BULOG Surakarta kini tengah berinovasi memproduksi beras petani menggunakan Modern Rice Milling Plant (MRMP). Ini diharapkan mampu menjaga kualitas, dan sekaligus sebagai sarana mempersempit ruang gerak para tengkulak gabah.
  
"Keberadaan sentra produksi beras dengan MRMP ini penunjukan dari Kantor Bulog Pusat. Di Jawa Tengah ada dua yakni di Gudang Beras Masaran, Sragen yang kini sedang tahap uji coba mesin dan Kendal. Satunya lagi yang sudah terpasang adalah di Subang, Jabar," papar Kepala Bulog Surakarta, Sri Muniati kepada Media Indonesia, Rabu (26/1) di Kantor Colomadu.
  
MRMP yang dipasang di Gudang Bulog Masaran, nantinya menyerap hasil panen gabah petani Sragen, untuk ditampung dan dikeringkan oleh mesin pengering. Kemudian disimpan di mesin silo dan menghasilkan beras berkualitas premium.
  
"Beras hasil modern RMP ini dijual dengan harga setara beras kualitas medium. Kami yakini, penyerapan dan pengolahan gabah menjadi beras dengan moderen RMP ini akan mampu meminimalisasi potensi tengkulak dan bisa meningkatkan kesejahteraan petani," imbuh dia.
  
MRMP yang terpasang di Gudang Bulog di Desa Karangmalang, Kecamatan Masaran ini, terdiri dari pengering 'dryer' dengan kapasitas 120 ton per hari, penggilingan gabah atau 'rice milling unit' (RMU) sebesar 6 ton per jam, dan silo atau tempat penyimpanan gabah sebanyak 3 unit dengan kapasitas 2.000 ton.
  
''Nanti semua siap jual. Kualitas premium harga terjangkau," kata Sri Muniati sembari menegaskan, .
   
Bulog Surakarta pada akhir Januari ini sudah siap melakukan pengadaan gabah tahap pertama melalui program pengadaan jangka panjang bertarget (PPJPB) . 
  
Dalam satu semester pertama 2022 ini, Bulog Surakarta mendapatkan target sebanyak 7.500 ton setara beras, dari 17 mitra yang menandatangani kontrak kerja pada Desember lalu. Nantinya gabah itu akan diolah menjadi beras menggunakan modern RMP.

Sepanjang periode 2021 lalu, Bulog yang membawahi enam kabupaten di Solo Raya ini sudah melakukan penjualan Program Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) yakni program penyaluran cadangan beras pemerintah dengan stok kualitas medium sekitar 87% dari target penjualan.
  
Bulog Surakarta, lanjut dia, meminta kepada seluruh mitra usaha di Solo Raya dapat bekerja sama  menyukseskan program pemerintah dalam cadangan beras pemerintah melalui jalur Public Service Obligation (PSO).
  
Hingga kini, stok beras di Bulog Surakarta masih  5.600 ton setara beras. Stok barang ini, untuk cadangan stabilisasi, pasokan, dan harga beras, termasuk untuk cadangan beras pemerintah (CBP). 
  
Pada bagian lain, pimpinan Bulog Surakarta yang akrab dipanggil Imung juga menjelaskan, pihaknya sudah mengembangkan bisnis layanan online melalui ipanganan.com bekerja sama dengan Send Elogistics Indonesia (SSI) dan bisa dibuka melalui aplikasi Shopee.
  
Layanan ipanganan.com yang dipusatkan di Gudang Buloh Ngabean, Kartosuro ini bisa memilih kota tujuan yaitu Solo hingga radius 40 km. Model alternatif belanja kekinian yang dilakukan Bulog Surakarta ini, sangat membantu ibu rumah tangga dalam membeli beras berkualitas dengan harga terjangkau dan bebas ongkos kirim. (WJ/OL-10)
  
 

BERITA TERKAIT