26 January 2022, 16:50 WIB

Industri Rumahan Miras Oplosan Dibongkar Polda Sumsel


Dwi Apriani | Nusantara

MI/Dwi Apriani
 MI/Dwi Apriani
Rilis ungkap kasus penggerebekan pabrik minuman keras oplosan di Palembang oleh Polda Sumsel, Rabu (26/1)

KEPOLISIAN Daerah Sumatra Selatan membongkar praktik industri rumah tangga minuman keras (miras) oplosan di Kecamatan Sukarami, Palembang. Praktik miras oplosan ini diketahui memiliki omset puluhan juta rupiah perbulan.

Direktur Ditreskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol Barly Ramadhany mengatakan, pihaknya telah menyita 2.208 botol atau 46 dus miras dari industri rumah tersebut. "Praktik miras oplosan ini sudah berjalan selama 5 bulan dan beromset puluhan juta rupiah. Tersangka Robi Sugara, pemilik usaha ini, memproduksi miras sendiri. Kemudian miras tersebut di pasarkan di Sumsel dan Bengkulu," ujar Kombes Barly, Rabu (26/1).

Ia menjelaskan, selama lima bulan beroperasi tersangka diduga telah memproduksi ribuan botol dan telah dipasarkan. Satu dus miras dijual seharga Rp450ribu. Daftar penjualan tersebar di Kabupaten Ogan Ilir, Baturaja yang bisa menjual 50 dus satu kabupaten setiap pemesanan.

"Tersangka ini biasa memasarkan barang tersebut ke luar, satu kabupaten bisa terjual 50 dus kotak berisikan 48 botol yang sudah diracik," bebernya.

Barang bukti miras tersebut, jelas Barly, akan diserahkan ke labolatorium untuk memeriksa kadar keselamatan jika bilang diminum. "Walau isi miras tersebut hanya menggunakan air putih, kadar alkohol tetap di cek terlebih dahulu," jelasnya.

Pelaku dikenakan pasal 62 ayat (1)  Jo Pasal 8 ayat (1) Huruf D dan F Undang - undang RI Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan  konsumen. Pasal 140 Jo Pasal 86 ayat (2) undang - undang RI Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan. "Hukum penjara maksimal 5 tahun atau denda Rp4 Miliar," tutupnya. (OL-13)

Baca Juga: Suasana Kota Sorong Mulai Kondusif Pasca Tawuran Antar Dua Kelompok

 

BERITA TERKAIT