25 January 2022, 19:34 WIB

Puskesmas di Cianjur Mulai Layani Vaksinasi Covid-19 Dosis Booster


Benny Bastiandy | Nusantara

DOK MI
 DOK MI
Ilustrasi 

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mulai membuka layanan vaksinasi dosis ketiga (booster) di setiap Puskesmas. Langkah itu dilakukan sebagai daya dukung akselerasi agar capaian vaksinasi booster bisa terus meningkat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, Irvan Nur Fauzy, mengatakan sentra layanan vaksinasi booster yang sifatnya reguler berada di kawasan Taman Alun-alun. Layanan dibuka setiap Selasa, Kamis, Sabtu,, dan Minggu setiap pekannya.

"Sekarang kita buka layanan juga di setiap Puskesmas. Seluruh Puskesmas sudah boleh melaksanakan. Masyarakat sudah bisa mengaksesnya," kata Irvan, Selasa (25/1).

Kick off vaksin booster di Kabupaten Cianjur dimulai pada 19 Januari 2022. Sepekan berjalan, kata Irvan, capaiannya hingga saat ini lebih kurang sudah 1.000-an orang yang sudah divaksin.

"Sebetulnya sejak 17 Januari 2022 kita sudah diperbolehkan melaksanakan vaksin booster sesuai Inmendagri Nomor 03/2022. Tapi baru kita laksanakan pada 19 Januari," ucapnya.

Pelaksanaan vaksin booster didasari pertimbangan capaian vaksinasi di Kabupaten Cianjur sudah memenuhi syarat. Terutama untuk vaksin dosis pertama yang secara umum sudah di atas 70% dan kalangan lanjut usia yang sudah di atas 60%.

"Kalau cakupan total, untuk dosis pertama itu saat ini di kisaran 85%, dosis keduanya sekitar 40%, dan dosis untuk anak usia 6-11 tahun di kisaran 70%," sebut Irvan.

Pemberian vaksin booster bersamaan dengan akselerasi capaian dosis pertama dan kedua, terutama pemberian vaksin dosis kedua yang masih cukup rendah. "Kalau dosis pertama untuk mencapai 100%, kita tinggal 15% lagi. Nah untuk dosis kedua masih 40%. Kita terus kejar capaiannya agar cakupan meningkat," sebutnya.

Makin meningkatnya capaian dosis kedua, maka peluang masyarakat mendapatkan vaksin booster terbuka lebar. Pasalnya, syarat mendapatkan vaksin booster harus mendapatkan vaksin dosis kedua. "Tapi itu juga harus berjarak 6 bulan setelah vaksin dosis kedua dan telah berumur 18 tahun ke atas," pungkasnya. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT