25 January 2022, 12:10 WIB

Pemkot Bandung Tracing Varian Omikron Tangkal Penyebarannya


Naviandri | Nusantara

MI/Andri Widiyanto
 MI/Andri Widiyanto
Ilustrasi: Tes antigen massal untuk menelusuri dan menekan penyebaran varian omikron di Kota Bandung, Jjawa Barat.

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat, melakukan penelusuran (tracing) 80 kontak erat dari enam warga yang terpapar virus corona varian omikron. Hal ini dilakukan untuk memutuskan mata rantai penyebaran varian yang diklaim lebih cepat menyebar dibandingkan virus Delta.

"Kami telah lakukan tracing juga kepada 80 orang yang melakukan kontak erat dengan 6 orang pasien omikron yang kini masih dirawat. Sekarang masih menunggu hasilnya yang belum keluar," kata Plt Wali Kota Bandung Yana Mulyana, di Bandung, Selasa (25/1)

Menurut Yana, saat ini kondisi ke 6 pasien terpapar omikron itu sudah berada dalam kondisi yang lebih baik. Jadi relatif tidak bergejala hanya batuk ringan, 1 pasien di isolasi mandiri dan 5 pasien lainnya sedang isolasi terpadu di BPSDM Cimahi dan kondisi semua semakin membaik.
Pasien yang dirawat ini tidak memiliki riwayat berpergian ke luar negeri, jadi ini transmisi lokal yang ditemukan di Kota Bandung.

"Pasien ini tidak memiliki riwayat bepergian ke luar negeri, dari 6 orang ini ternyata tidak ada kontak dengan orang yang melakukan perjalanan dan mereka tidak melakukan perjalanan. Jadi ini transmisi lokal," jelasnya.

Yana mengimbau kepada warga Kota Bandung agar tidak panik dan tetap jaga protokol kesehatan yang sangat ketat. Tetap waspada, kalau tidak ada kepentingan tetap di rumah dan tetap jaga protokol kesehatan (prokes). Virus selalu bermutasi, varian apapun dengan prokes mudah-mudahan tidak terpapar.

Sementara itu, terkait dengan terus bertambahnya jumlah pasien Covid-19, Pemkot Bandung kini tengah mengkaji adanya rencana penutupan beberapa pusat keramaian, guna menekan dan antisipasi lonjakan kasus Covid-19.

"Pemkot masih mengkaji, karena saat ini kita sedang melakukan pemulihan ekonomi pasca pandemi jadi harus juga hati-hati. Kita siap ngerem tapi sementara lewat pengawasan dulu," ujar Yana.

Terkait menghadapi lonjakan kasus Covid-19, Pemkot sudah menyiapkan sebanyak 700 tempat tidur pasien atau Bed Occupancy Rate (BOR) dan beberapa Rumah Sakit guna mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian omikron di Kota Bandung.

"Saat ini untuk keterisian tempat tidur atau BOR masih berada di angka 5 persen, kita berharap angka keterisian BOR tidak semakin bertambah," tambahnya.(OL-13)

Baca Juga: Vaksinasi Lima Kabupaten di NTT Belum 70 Persen

 

 

BERITA TERKAIT