25 January 2022, 11:28 WIB

Vihara di Bandung Bersiap Sambut Hari Raya Imlek


Naviandri | Nusantara

MI/Naviandri
 MI/Naviandri
Vihara Tanda Bhakti di Kota Bandung siap menyambut datangnya Hari Raya Imlek 2022.

MENJELANG Hari Raya Imlek 2022, sejumlah vihara di Kota Bandung mulai mempersiapkan diri menyambut datangnya hari besar keagamaan bagi para menganut agama Khonghucu itu.

Salah satu vihara yang tengah sibuk menyambut hari Raya Imlek adalah Vihara Tanda Bhakti. Vihara itu terletak di kawasan Kelenteng atau tepatnya di Jalan Vihara, Bandung. Lokasinya terbilang relatif mudah dijangkau.

Pemimpin Sembahyang di Vihara Tanda Bhakti, Heny, menjelaskan rumah ibadah ini sudah diresmikan sejak 1976. 

Baca juga: Masyarat Tionghoa Peduli Gelar Donor Darah Bantu Penuntasan DBD di Bandung

Di awal pendiriannya, Vihara ini  hanya diperkuat beberapa orang saja. Kota Bandung yang dikenal sebagai  kota dengan tolrenasi dan keragamaan suku, ras dan agama, juga berdampak pada terus berkembangnya vihara ini.

"Memasuki dekade 2000-an, Vihara Tanda Bhakti ini diisi Tri Dharma alias tiga aliran dalam kepercayaan Buddha: Tao, Khong Hu Chu, dan Buddha itu sendiri. Sampai saat ini, ada sekitar 80 umat yang beribadah di vihara ini," ujarnya di Bandung, Selasa (25/1)

Begitu pula dengan kegiatannya. Sejauh ini, ada beragam jenis ibadah yang diselenggarakan di Vihara Tanda Bhakti. Namun, dalam setahun, Heny menggarisbawahi tiga hari besar yang dalam kepercayaan Buddha yang juga biasanya dirayakan di Vihara Tanda Bhakti. 

Pertama ialah Hari Raya Imlek. Hari raya yang tahun ini jatuh pada 1 Februari 2022 dan tinggal  menghitung hari itu merupakan tahun baru. Biasanya, Imlek membawa tema  dan pesan-pesan kebaikan berbeda tiap edisinya.

Lalu ada Ceng Beng. Acara keagamaan ini merupakan tradisi ziarah kubur yang biasa dilakukan masyarakat Tionghoa pada 4 dan 5 April tiap tahunnya. 

Tidak hanya ziarah kubur, umat juga melalukan pembersihan makam dan mendoakan leluhurnya saat berziarah. 

"Jadi kita mengingat  leluhur dengan membersihkan makam mereka," jelasnya.

Lalu ketiga ada upacara Ullambhana. Ritual keagamaan satu ini merupakan salah satu persembahan bagi para leluhur dan juga arwah yang telah mendahului. 

Selain sembahyang, dalam ritual ini juga dihadirkan aneka  ragam makanan yang juga dibagikan kepada masyarakat sekitar vihara.

Tahun 2022, kata Heny, Vihara Tanda Bhakti masuk ke dalam bagian dari Kampung Toleransi kelima yang diresmikan Plt. Wali Kota Bandung Yana Mulyana. 

Tentunya sebagai umat Khonghucu, dirinya menyambut gembira peresmian kampung toleransi yang kebetulan Vihara Tanda Bhakti berada di sini.

"Bangga dan bahagia juga kami bisa menjadi bagian dari toleransi itu sendiri di Kota Bandung. Saya berharap ini bisa jadi momentum supaya umat beragama di kota ini semakin rukun dan senantiasa berkolaborasi dalam menjalankan kebaikan," ucapnya lagi.

Saat ditanya mengenai harapannya menyongsong Hari Raya Imlek, ia berharap Imlek tahun ini menjadi momentum menciptakan Tahun toleransi, khususnya di Kota Bandung. Dan juga tahun berkolaborasi dalam menghadapi  pandemi covid-19 yang belum berakhir, apalagi sekarang ditemukan varian omikron yang juga sudah masuk ke Kota Bandung. 

Keragaman itu merupakan  modal besar yang dimiliki, toleransi merupakan cara yang tepat untuk  memaksimalkannya.

"Di vihara, pada pelaksanaan Hari Raya Imlek,  juga menerapkan protokol kesehatan (prokes) dan menyiapkan hand sanitizer, tempat cuci tangan, mewajibkan penggunaan masker bagi umat yang ingin bersembahyang dan juga kami memasang aplikasi pedulilindungi," tambahnya. (OL-1)

BERITA TERKAIT