24 January 2022, 23:55 WIB

Masyarat Tionghoa Peduli Gelar Donor Darah Bantu Penuntasan DBD di Bandung


Bayu Anggoro | Nusantara

 ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
  ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Seorang petugas tengah melakukan pengasapan untuk membunuh jentik nyamuk penyebab DBD di Bandung


KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kota Bandung meningkat.

Karena itu, Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengajak masyarakat ikut memberantas sarang nyamuk dan melakukan gerakan 3 M yaitu menguras, mengubur barang bekas dan menutup tempat penampungan air.

Dengan begitu diharapkan demam berdarah bisa diantisipasi. "Sebetulnya
kalau di perkotaan tolong diperhatikan talang-talang itu kadang-kadang
suka melengkung dan air menggenang," katanya di Bandung, Senin (24/1).

Dia mengakui di wilayahnya sudah terjadi peningkatan kasus DBD. "Ada
kenaikan kasus tapi gak terlalu tinggi. Kami mengingatkan warga untuk
tetap waspada. Kita jangan konsen ke covid-19 saja, karena ada penyakit lain termasuk DBD yang jika diabaikan mematikan juga," katanya.

Lebih lanjut, dia mengajak masyarakat untuk mendonorkan darah di tengah
tren kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang meningkat. Selain
itu masyarakat diimbau untuk aktif memberantas sarang nyamuk.

"Mudah-mudahan ini bisa membantu PMI memenuhi kebutuhan darah meski saat ini pandemi relatif terkendali tapi tentu saat ini ada lagi endemi demam berdarah ini juga membutuhkan darah," ujarnya seusai ikut mendonorkan darah pada acara yang diselenggarakan Masyarakat Tionghoa di ruangan bawah Masjid Trans Studio Mall (TSM).

Dia mengajak masyarakat dapat mendonorkan darah dan diharapkan dapat
membantu sesama yang lain.

Yana mengatakan kasus DBD di Bandung mengalami kenaikan namun belum terlalu signifikan. "Aksi sosial ini sangat bermanfaat," katanya.


Donor darah

Koordinator Masyarakat Tionghoa Peduli Djoni Taat mengatakan sejak
Juni 2021, pihaknya  sudah melaksanakan kegiatan donor darah di tengah
kondisi pandemi covid-19 meningkat. Pelaksanaan donor darah saat ini merupakan kegiatan yang ketiga kalinya.

"Jadi donor darah rangkaian roadshow yang dilaksanakan Masyarakat
Tionghoa Peduli yang kali ini bertempat di Hotel Ibis Masjid Agung Trans Studio Mal (TSM). Kegiatan donor darah yang sudah kami gelar sejak Juni 2021, sampai saat ini sudah mengumpulkan 3.000-an labu," katanya.

Ia menuturkan pada rangkaian roadshow ketiga ini terdapat 14 titik yang
akan digelar donor darah dan di TSM merupakan lokasi yang keempat.
Pihaknya akan menggencarkan donor darah pada saat bulan puasa hingga
Lebaran.

"Insya Allah jumlah peserta semakin banyak dan akan digencarkan bulan
puasa sampai lebaran karena kelihatan pada saat itu PMI kekurangan
darah. Kita gencarkan pendonor dari non muslim," katanya.

Djoni mengatakan pada saat kegiatan donor darah pertama di enam lokasi
berhasil menampung 557 labu darah, pada kegiatan kedua pada 9 tempat
sebanyak 1.448 labu darah. Selanjutnya pada kegiatan ketiga ini di tiga
lokasi sudah mencapai 577 labu.

Saat ditanya soal tantangan kegiatan donor darah di tengah pandemi, menurut Djoni, tidak ada tantangan. "Kami berhasil mengajak ratusan orang di setiap titik roadshow. Saat kita umumkan tiga hari sebelumnya, animo warga untuk mendonorkan darahnya selalu tinggi."

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Bandung mencatat total kasus DBD pada 2021 mencapai 3.743 kasus dengan jumlah penderita yang meninggal sebanyak 13 orang. Tiga bulan terakhir terjadi peningkatan jumlah kasus.

Pada November 2021, kasus DBD mencapai 475 dengan empat orang di antaranya meninggal dunia. Sementara Desember 2021 mencapai 695 kasus
dengan penderita yang meninggal 2 orang. Data Januari masih dalam tahap pendataan. (N-2)

BERITA TERKAIT