24 January 2022, 19:00 WIB

BUM Desa di Kabupaten Bandung Kembangkan Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan


Naviandri | Nusantara

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
 ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi
Peternakan ayam di Kabupaten Bandung


Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi
(Mendes-PDTT), memilih Desa Nagrak yang berada di Kecamatan Pacet,
Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar), sebagai lokasi proyek percontohan Program Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengungkapkan, program tersebut nantinya akan dikelola lima desa di Kecamatan Pacet yang tergabung dalam satu badan usaha milik (BUM) desa bernama Waluya Balarea.

Dia berharap proyek percontohan itu dapat memberi angin segar dan membangkitkan semangat masyarakat untuk mengoptimalkan segala potensi ekonomi dan sumber daya alam di daerahnya.

"Kehadiran BUM Desa ini dapat mendorong pergerakan ekonomi kreatif dan
produktif, sehingga dapat menyejahterakan masyarakat di wilayah
Kecamatan Pacet. Saya berharap, BUM Desa Waluya Balarea terus tumbuh,
berkembang serta fokus dalam menjalankan usaha peternakan, sehingga
manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat," tambah Dadang, Senin (24/1).

Ia mengaku akan terus mendorong Desa Peternakan Terpadu bisa berkembang ke desa-desa lain, sehingga program Menteri Desa dapat terwujud.

"Sekarang baru satu BUM Desa yang diresmikan. Ada sekitar 55 kelompok lagi yang akan menjadi lokasi proyek percontohan, yang tentu saja disesuaikan dengan potensi daerah masing-masing," lanjutnya.

Menurut Dadang, berdasarkan informasi dari Menteri Desa Abdul
Halim Iskandar, proyek percontohan disiapkan di tujuh kabupaten yakni Kabupaten Bandung, Cirebon, Kebumen, Nganjuk, Jombang, Lumajang dan Kudus.

Di Kabupaten Bandung, Desa Peternakan Terpadu Berkelanjutan yang dikelola BUM Desa Bersama melibatkan lebih dari 50 desa dan sekitar 300 peternak. Mereka mengelola lahan seluas 140.000 meter persegi.

BUM Desa ini nantinya akan mengkoordinasikan potensi  peternakan dari 5-10 desa yang menjadi anggotanya. Setiap BUM Desa sedikitnya melibatkan 43 peternak.

Dadang menambahkan, sesuai program Menteri Desa, setiap BUM Desa akan mengelola 20 sapi, yang dipadukan dengan 100 domba, 400 ayam, dan 10 ribu bibit ikan air tawar. Selain itu, peternakan juga dipadukan dengan budi daya hortikultura organik di lahan seluas 1.500 meter persegi, yang dilengkapi areal tanam pakan ternak seluas 16.200 meter persegi.

Khusus untuk BUM Desa Waluya Balarea di Kecamatan Pacet ini mengelola 436 ayam. Jika sudah produksi maksimal, diproyeksikan keuntungan mencapai Rp7 juta per bulan. (N-2)

 

BERITA TERKAIT