23 January 2022, 11:13 WIB

Ganjar Perintahkan Operasi Pasar Minyak Goreng di Pasar Tradisional


Akhmad Safuan | Nusantara

MI/Haryanto
 MI/Haryanto
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

MENINDAKLANJUTI harga minyak goreng di pasar tradisional yang masih tinggi dan sulit untuk turun sesuai ketetapan satu harga, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memerintahkan segera gelar operasi pasar dan memberikan subsidi.

''Petugas masih terus melakukan pemantauan harga minyak goreng di seluruh pasar tradisional dan modern. Saya minta segera dilakukan operasi pasar dan subsidi harga minyak goreng di pedagang,'' kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kepada Media Indonesia, Minggu (23/1).

Masih tingginya harga minyak goreng di pasar tradisional, lanjut Ganjar Pranowo, karena para pedagang masih menghabiskan stok yang masih tersisa dengan harga lama. Maka diberikan kelonggaran waktu satu pekan untuk kemudian dapat menyesuaikan satu harga Rp14.000 per liter sesuai ketetapan pemerintah.

Namun setelah tenggang kelonggaran waktu habis, demikian Ganjar Pranowo, maka akan diambil langkah operasi pasar di beberapa pasar tradisional yang masih terdapat pedagang menaikan harga di atas ketetapan pemerintah, karena subsidi minyak goreng telah diberikan dan harga baru telah sampai ke pedagang.

Sebelumnya para pedagang di berbagai pasar tradisional di Jawa Tengah hingga saat ini masih enggan menurunkan harga minyak goreng. Meskipun sudah ditetapkan satu harga Rp14.000 per liter para pedagang di pasar tradisional masih menjual minyakRp18.000-Rp21.000 per liter.

''Saya tidak mau merugi, karena harga tebus minyak goreng yang masih tersedia di kios masih di atas Rp18.000 per liter, terus siapa yang mau nomboki,'' ujar Salimah, 48, pedagang sembako di Pasar Johar Kota Semarang.

Hal serupa juga diungkapkan Marfuah, 58, pedagang sembako di Pasar Projo, Ambarawa. Bahkan para pedagang di pasar ini menganggap subsidi minyak goreng  hanya sebatas isu karena sales menjual dengan pedagang masih tinggi. ''Mungkin minyak yang di pasar modern yang disubsidi, karena di sini masih mahal,'' imbuhnya. (AS/OL-10)

BERITA TERKAIT