22 January 2022, 17:38 WIB

Besok, Pemkot Bandung Lakukan Tes PCR ke Sekolah


Naviandri | Nusantara

ANTARA
 ANTARA
Ilustrasi 

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung, Jawa Barat akan melakukan tes PCR acak di sejumlah sekolah menyusul ditemukannya 6 orang warga Kota Bandung positif varian omikron kasus penularan lokal. Survailen swab test acak akan mulai dilakukan Senin (24/1).

"Hasilnya akan menjadi parameter bagi pemerintah untuk memutuskan apakah pembelajaran tatap muka (PTM) berdampak atau tidak terhadap kesehatan anak-anak juga pendidik tenaga kependidikan (PTK)," kata kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bandung, Hikmat Ginanjar di Bandung, Sabtu (22/1).

Hikmat menjelaskan, berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) yang tertuang dalam pedoman pelaksanaan PTM. Sejumlah langkah akan dilakukan jika ada hal-hal yang tak sesuai dengan SOP kesehatan. Salah satunya seperti jika ada yang terpapar di atas lima persen maka bisa kemungkinan PTM akan ditutup sementara.

"Intinya lihat permasalahan yang ada di masing-masing satuan pendidikan, apakah nanti di tingkat rombongan belajar atau tingkat seluruh sekolahnya," ucapnya.

Sementara itu enam warga Kota Bandung dipastikan positif terpapar omikron setelah menjalani serangkaian pemeriksaan. Para pasien tersebut tidak memiliki riwayat perjalanan dari luar negeri. Dengan demikian hampir bisa dipastikan yang terjadi adalah penularan lokal, atau lokal transmision.

Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Bandung, Asep Saeful Gufron mengatakan satu dari 6 pasien tersebut sudah mendapatkan hasil PCR  negatif. Lima orang pasien lainnya kini tengah ditangani sesuai prosedur. Intinya, pemerintah konsinten dan fokus menyikapi terhadap terjadinya omikron yang mengenai 6 orang warga Bandung melalui tracing, testing dan treatmen.

"Para pasien terpapar varian omikron ini, berasal dari beberapa kecamatan. Seorang dari Kecamatan Regol, satu orang di Kecamatan Buahbatu satu orang di Kecamatan Sukajadi dan tiga orang di Kecamatan Rancasari. Semua ini sudah ditangani dengan ditracing oleh Dinkes," jelasnya.

Menyusul ditemukannya omikron di Kota Bandung, Plt Wali Kota Bandung, Yana Mulyana, meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat, termasuk di pusat-pusat keramaian di Kota Bandung.

"Saya ingatkan untuk mengonsentrasikan beberapa titik pusat keramaian aktivitas warga, saya meminta Satpol PP terus membantu menekan penularan Covid-19 dengan terus memberikan imbauan kepada masyarakat khususnya di ruang publik," ucapnya.

Menurut Yana, virus itu pasti bermutasi, dengan varian apapun. Varian terbaru ini omikron karakter penyebarannya cepat. Selalu ingatkan warga untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) di tempat keramaian, kuncinya prokes.

Sementara itu Forum Orang Tua Siswa (Fortusis) Jawa Barat (Jabar) meminta PTM terbatas kembali untuk dikaji ulang mengingat ditemukannya kasus varian omikron di Kota Bandung. Fortusis ingin PTM dilakukan secara hybrid, yakni adanya PTM dan pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama kondisi masih belum ada kepastian aman atau tidaknya.

"Jelas kami merasa khawatir dan kami setuju dengan survailen atau tes swab acak random yang dilakukan Disdik bersama Dinkes. Tes swab acak sangat berguna untuk mengetahui kondisi siswa maupun pendidik tenaga  kependidikan (PTK)," lanjutnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT