21 January 2022, 20:43 WIB

Korban Vaksin Kosong di Medan Diduga Lebih dari Satu Orang


Yoseph Pencawan | Nusantara

DOK MI
 DOK MI
Ilustrasi 

KASUS suntikan vaksin kosong saat vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun di Kota Medan, Sumatera Utara diduga terjadi tidak pada satu murid. Berdasarkan hasil sementara pengusutan, penyuntikan vaksin kosong itu dilakukan terhadap lebih dari satu orang murid.

"Hasil koordinasi dengan polisi, diduga dari video itu ada dua anak," ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan Taufik Ririansyah, Jumat (21/1).

Taufik Ririansyah memastikan Dinkes Medan mendukung penuh pengusutan kasus yang saat ini sudah ditangani pihak kepolisian. Dari pihak kepolisian dirinya mengetahui bahwa saat ini sedang dilakukan pemeriksaan terhadap para nakes yang diduga menjadi pelaku atau ikut terlibat.

Selain para nakes, polisi juga memanggil berbagai pihak untuk dimintai keterangan. Diantaranya manajemen sekolah serta para orangtua murid.

Taufik juga memastikan Dinkes Medan akan terus membantu pihak kepolisian dan berharap kasus ini segera terungkap. Dia menegaskan akan sangat menyayangkan apabila dugaan penyuntikan vaksin kosong ini terbukti benar. Terlebih tindakan itu dilakukan saat segenap elemen masyarakat masih berupaya memerkuat kekebalan kelompok (herd immunity) atas penularan Covid-19. Dan saat ini pemerintah sedang gencar melaksanakan vaksinasi untuk kalangan anak.

Sedangkan vaksinasi terhadap anak-anak yang lain untuk sementara dinilai masih sesuai dengan prosedur. Kota Medan sedang dihebohkan dengan adanya dugaan penyuntikan vaksin kosong terhadap seorang murid SD perempuan di Kecamatan Medan Labuhan.

Peristiwa itu terjadi saat pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 tahun yang digelar Polsek Medan Labuhan dan Polres Pelabuhan Belawan bekerja sama dengan RS Delima di Sekolah Wahidin pada Senin (17/1). Kejadian ini membuat heboh karena tayangan video detik-detik penyuntikan yang diunggah pihak keluarga murid ke media sosial menjadi viral.

Dalam video berdurasi 26 detik tersebut tampak seorang nakes wanita sempat mengajak si anak mengobrol sebelum menyuntik. Keanehan terlihat ketika nakes tersebut membenamkan jarum suntik ke bahu kiri si anak, tampak spuit tidak berisi cairan.

Lazimnya, sebelum penyuntikan, ujung spuit tertarik ke atas setelah menyedot cairan dari ampul atau tabung cairan. Namun yang terlihat dalam video itu, saat jarum ditusukkan ke lengan, ujung atas spuit masih pada posisi  awal.

Dengan kata lain, tidak ada cairan yang sebelumnya ditarik masuk ke tabung spuit. Si nakes tersebut hanya menusukkan jarum dan terlihat seolah menekan ujung spuit tanpa ada cairan yang disuntikkan. (OL-15)

BERITA TERKAIT