21 January 2022, 19:04 WIB

Aksi Beli Minyak Goreng Masif di Kota Malang


Bagus Suryo | Nusantara

DOK Humas Pemkot Malang
 DOK Humas Pemkot Malang
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kiri) memantau penjualan minyak goreng di Kota Malang, Jumat (21/1).

GUBERNUR Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memantau stok minyak goreng dan memastikan satu harga Rp14.000 per liter di Kota Malang, Jumat (21/1). Pantauan di sejumlah lokasi terjadi kekosongan stok lantaran masifnya aksi beli.

"Masalah aglomerasi ini penting, kemarin turun di Surabaya, sekarang di Kota Malang karena sebagai episentrum pengendalian dan stabilisasi  harga," tegas Khofifah.

Ia menjelaskan ketersediaan minyak goreng dalam kondisi aman, stok dan harga sampai enam bulan dipastikan stabil. Dalam pantauan di Kota Malang, ada dua titik memang kehabisan stok. Menurut Khofifah, hal itu wajar mengingat pelaksanaan hari pertama satu harga pada Rabu (19/1), memicu aksi beli. "Hari pertama ada aksi beli cukup masif," imbuhnya.

Kendati demikian, ia memastikan stok minyak goreng tercukupi. Untuk memastikan keamanan stok dan harga, ia meminta Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) turut mengawal kebijakan pemerintah mulai distribusi  sampai stok merata di masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan semua pihak termasuk ritel agar menjalankan kebijakan pemerintah terkait satu harga minyak goreng Rp14.000 per liter.

"Penyedia atau siapa pun, tolong kebijakan pemerintah ini segera dipahami dan dijalankan dengan baik. Saya minta dinas terkait, Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah dan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) terus melakukan pemantauan," tegas Sutiaji.

Kebijakan pemerintah ini, lanjutnya, untuk memenuhi kebutuhan minyak goreng bagi rumah tangga termasuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). "Sebagai awal pelaksanaan, penyediaan minyak goreng dengan satu harga akan dilakukan melalui ritel modern yang menjadi anggota Aprindo," pungkasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT