21 January 2022, 17:53 WIB

Buntut Vaksinasi Kosong, Dinkes Sumut Perketat Pengawasan Vaksinator


Yoseph Pencawan | Nusantara

DOK MI
 DOK MI
Ilustrasi 

DINAS Kesehatan Provinsi Sumatera Utara akan memerketat pengawasan terhadap para tenaga kesehatan yang bertugas dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi kalangan anak. Pengetatan pengawasan ini dilakukan menyusul adanya dugaan pemberian vaksin kosong kepada seorang murid SD di Kota Medan.

"Kita akan memerketat pengawasan terhadap vaksinator," ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut Aris Yudhariansyah, Jumat (21/1).

Dia menjelaskan, Dinkes sudah memonitor video kejadian dan perkembangan proses hukum terhadap kasus ini. Dinkes Sumut mendukung penuh pengusutan yang sedang dilakukan Polda Sumut.

Namun bagi Dinkes Sumut insiden ini menjadi alarm untuk meningkatkan pengawasan agar tidak terjadi lagi kasus serupa ke depan. Dia memastikan teknis peningkatan pengawasan akan diputuskan setelah dilakukan evaluasi pelaksanaan vaksinasi dalam waktu dekat

Sebenarnya pengawasan terhadap pelaksanaan vaksinasi selama ini sudah dilakukan diantaranya dengan menerapkan sistem pelaporan online. Dalam sistem ini setiap penggunaan vaksin harus dilaporkan secara online melalui suatu aplikasi khusus.

Namun belajar dari pengalaman ini Dinkes Sumut menilai memang diperlukan peningkatan pengawasan terhadap vaksinator dan petugas-petugas lain yang terlibat dalam vaksinasi. Terlebih, vaksinasi terhadap anak usia 6-12 tahun di Sumut masih akan dilaksanakan hingga dua pekan ke depan.

Dalam tiga hari terakhir Kota Medan dihebohkan dengan adanya insiden penyuntikan vaksin kosong terhadap seorang murid SD perempuan di Kecamatan Medan Labuhan. Kejadian ini membuat heboh karena tayangan video detik-detik penyuntikan yang diunggah pihak keluarga murid ke media sosial menjadi viral.

Dalam video berdurasi 26 detik tersebut tampak seorang nakes wanita sempat mengajak si anak mengobrol sebelum menyuntik. Keanehan terlihat ketika nakes tersebut membenamkan jarum suntik ke bahu kiri si anak, tampak spuit tidak berisi cairan.

Lazimnya, sebelum penyuntikan, ujung spuit tertarik ke atas setelah menyedot cairan dari ampul atau tabung cairan. Namun yang terlihat dalam video itu, saat jarum ditusukkan ke lengan, ujung atas spuit masih dalam posisi  awal.

Dengan kata lain, tidak ada cairan yang sebelumnya ditarik masuk ke tabung spuit. Si nakes tersebut hanya menusukkan jarum dan terlihat seolah menekan ujung spuit tanpa ada cairan yang disuntikkan.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi mengungkapkan, saat ini pihaknya sedang melakukan pemeriksaan terhadap seorang vaksinator berinisial G dan petugas aplus berinisial W. Keduanya adalah nakes yang berasal dari RSU Delima.

Menurut Hadi, pihaknya sudah mendalami video tersebut. Dari hasil pendalaman diketahui bahwa peristiwa itu terjadi saat pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-12 tahun yang digelar Polsek Medan Labuhan dan Polres Pelabuhan Belawan bekerja sama dengan RS Delima, di Sekolah Wahidin, Kecamatan Medan Labuhan, pada Senin (17/1). (OL-15)

BERITA TERKAIT