20 January 2022, 17:38 WIB

Klaster Madrasah Covid-19 Muncul di Kota Malang


Bagus Suryo | Nusantara

DOK MI
 DOK MI
Ilustrasi 

KASUS positif Covid-19 di Kota Malang Jawa Timur, bertambah. Hal itu dipastikan setelah hasil tes yang dilakukan terhadap guru dan siswa Madrasah Aliah Negeri 2 Kota Malang menunjukkan tujuh orang piositif Covid-19.   

Mereka yang dinyatakan positif, kini menjalani isolasi di wisma PSBB Madrasah setempat sejak Rabu (19/1) dengan pengawasan petugas puskesmas dan Dinas Kesehatan. T pasien covid-19 di Kota Malang menjadi 24 kasus.

"Yang sudah terkonfirmasi dari hasil testing dan sudah masuk database total ada tujuh orang yang positif. Ini semua sudah dalam penanganan bersama pihak sekolah," tegas Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Husnul Muarif, Kamis (20/1).

Seluruh pasien sudah menjalani isolasi dan perawatan, termasuk proses tracing dan testing lanjutan kepada siswa dan guru. Penyemprotan  desinfektan dilakukan menyeluruh di ruang guru, laboratorium, kelas dan lingkungan sekolahan.

"Pembelajaran tatap muka dihentikan sementara. Pembelajaran kembali  daring," ungkapnya.

Sementara itu, Pemkot Malang terus menekankan kewaspadaan mengingat pandemi belum berakhir. Karena itu Wali Kota Malang Sutiaji menguatkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dan meningkatkan disiplin protokol kesehatan.

Kebijakan itu tertuang dalam Surat Edaran Wali Kota Malang Nomor 6 Tahun  2022 tentang Pemberlakuan PPKM Level 2 Covid-19 dan Penguatan Posko PPKM  Mikro Tingkat RT/RW yang telah diterbitkan pada 18 Januari 2022. "Kita belajar banyak, bagaimana meminimalisir penyebaran dengan menerapkan level mikro. Karena lebih efektif menekan kasus covid-19," katanya.

Sutiaji menjelaskan Presiden Joko Widodo mengimbau jangan panik. "Tapi tetap wajib waspada. Pakai masker, hindari kerumunan dan, segera vaksin lengkap. Jaga imun dan psikis kita," pungkasnya. (OL-15)

BERITA TERKAIT