18 January 2022, 21:28 WIB

OP Minyak Goreng Belum Sentuh UMKM Keripik Tempe Malang


Bagus Suryo | Nusantara

DOK MI
 DOK MI
UMKM keripik tempe di Malang, Jawa Timur.

OPERASI pasar minyak goreng belum menyentuh sektor Usaha Mikro Kecil  Menengah (UMKM) keripik tempe di Kota Malang, Jawa Timur. Para perajin berusaha bertahan di tengah harga minyak goreng yang terus melonjak.

"Belum ada operasi pasar untuk perajin tempe dan UMKM. Harga minyak goreng terus naik," tegas Sentot, perajin keripik tempe skala UMKM di Sanan, Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang, Selasa (18/1).

Ia mengungkapkan harga minyak goreng curah kemasan 16 kg naik lagi semula Rp304 ribu menjadi Rp312 ribu. Posisi harga itu sebelumnya sudah naik sejak awal Januari 2022 lalu semula Rp145 ribu per jeriken, lalu Rp302 ribu, kini Rp312 ribu.

Dalam kondisi ini, lanjutnya, sama sekali tidak ada bantuan apa pun dari pemerintah. "Hampir tiga hari sekali harganya naik," ungkapnya.

Selain harga minyak goreng yang memberatkan para perajin keripik tempe, beban mereka masih ditambah dengan harga kedelai ikut melonjak semula Rp8.500 per kg menjadi Rp10.350 per kg. "Tepung beras pun hampir langka di pasaran," katanya.

Kondisi perajin tempe selain kelimpungan, mereka sudah jenuh lantaran Pemkot Malang tak terlihat upayanya dalam membantu UMKM. Yang mereka lakukan hanya melanjutkan usaha sebisanya.

"Kami hanya bisa bertahan semampunya dengan menaikkan harga sedikit demi sedikit Rp200-Rp500 per bungkus dari harga Rp7 ribu-Rp8.500 per bungkus," ujarnya.

Selain menaikkan harga, perajin lebih irit minyak goreng saat memproduksi keripik. Minyak goreng digunakan berkali-kali meskipun efek hasil penggorengan berwarna agar kemerahan. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT