17 January 2022, 06:30 WIB

Banyak Bibit Ayam Mati dan Sakit, Harga Telur di Tanjungpinang Naik


Mediaindonesia.com | Nusantara

 ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
  ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas
Ilustrasi: telur.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Tanjungpinang, Kepri, membeberkan penyebab kenaikan harga telur ayam ras di daerah itu sekitar dua pekan terakhir.

"Betul, harganya naik Rp100-200 per butir," kata Kepala Bidang Stabilisasi Harga, Disperdagin Tanjungpinang, Endy Febri, Ahad.

Secara teknis, katanya, kenaikan dipicu permintaan terus bertambah, sementara stok telur ayam ras lokal dari Tanjungpinang berkurang. Menurutnya produksi telur ayam ras lokal terhambat akibat faktor cuaca dan kenaikan harga pakan. Dampaknya regenerasi petelur agak terlambat, karena banyak bibit yang mati dan sakit.

Ia memprediksi pasokan telur ayam ras mulai stabil di bulan Februari 2022, seiring dengan normalisasi permintaan pasar dan stok yang tinggi.

Selain Tanjungpinang, lanjutnya, kenaikan harga telur ayam ras juga terjadi di beberapa daerah lainnya di Kepri, seperti Kota Batam.

"Mudah-mudahan produksinya dapat segera stabil, sehingga harga telur ayam ras turun seperti sediakala," ujar Endy Febri.

Sementara itu, salah seorang agen telur ayam ras di kawasan Bintan Plaza Tanjungpinang Jenni menyampaikan saat ini harga telur ayam ras per papan naik sesuai nomor atau kualitas masing-masing.

Untuk telur nomor 1 naik Rp5 ribu, dari Rp48 ribu menjadi Rp53 ribu per papan. Telur nomor 2 naik Rp6 ribu, dari Rp45 ribu menjadi Rp51 ribu per papan. Telur nomor 3 naik Rp8 ribu, dari Rp42 ribu menjadi Rp50 ribu per papan.

Dikatakannya saat ini hampir semua distributor menjual dengan harga yang sama untuk konsumen atau masyarakat.

"Kalau ke pedagang atau pengecer beda lagi harganya, karena mereka kembali menjualnya ke masyarakat," kata Jenni. (Ant/OL-12)

BERITA TERKAIT