12 January 2022, 11:37 WIB

Pembangunan Sekolah Sukma Bangsa Sigi Tahap Kedua Dimulai


Mitha Meinansi | Nusantara

MI/Mitha Meinansi
 MI/Mitha Meinansi
Peletakan batu pertama pembangunan gedung Sekolah Sukma Bangsa Sigi tahap kedua, dilaksanakan sederhana karena masih pandemi, Rabu (12/1) 

KETUA Yayasan Media Group, Ali Sadikin melakukan peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Sukma Bangsa (SSB) Sigi, sekolah yang dibangun dari dana sumbangan masyarakat melalui Dompet Kemanusiaan Media Group, yang berada di Desa Maku, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (12/1/22).

"Mulai hari ini kita akan bangun pertama adalah gedung SMU, kedua gedung asrama putra dan juga ruang bersama, ketiga gedung perpustakaan yang ada di rektorat sana. Empat bangunan ini dibiayai melalui dana masyarakat yang terkumpul dalam Dompet Kemanusiaan Media Group," ujar Ali Sadikin saat memberi sambutan.

Menurut Ali Sadikin, sekolah yang sudah berjalan memasuki semester dua itu, diharapkan dapat memberikan keberlanjutan pendidikan yang baik di Sulawesi Tengah.

"Anak-anak yang saat ini sekolah di sini, tinggal di asrama dan semuanya gratis, dibiayai oleh Yayasan Sukma, dan ini merupakan  pertanggungjawaban kita kepada masyarakat, donatur, sekaligus juga pertanggungjawaban kita kepada Tuhan yang Maha Kuasa," ungkap Ali Sadikin.

Untuk pembangunan tahap kedua ini, Yayasan Media Group mengalokasikan dana sejumlah Rp7 Miliar, yang juga masih berasal dari sumbangan masyarakat Indonesia. Sementara pada tahap pertama, pembangunan telah menggunakan dana sebesar Rp31 Miliar dengan mendirikan beberapa gedung belajar, rektorat, asrama putri, ruang bersama, kantin dan laboratorium.

Selain itu, di lokasi lahan sekolah seluas 4 Hektar, yang telah diwakafkan Hj Nilam Sari Lawira itu, juga akan dibangun satu masjid yang diwakafkan H Surya Paloh, yang nantinya akan diberi nama Masjid Nursiah Daud Paloh.

Karena situasi sedang pandemi, acara peletakan batu pertama tersebut dibuat sangat sederhana, tidak melibatkan orang banyak sebagai undangan. Hanya ada pihak sekolah, Babinsa dan Bhabinkamtimbas di desa setempat, pengawas lapangan, serta perwakilan pekerja pembangunan sekolah tahap kedua. (OL-13)

Baca Juga: Siswa Sukma Bangsa Aceh Raih Emas KSN Tingkat Nasional 2021

BERITA TERKAIT