11 January 2022, 19:35 WIB

Plafon Sekolah Dasar di Kudus Ambrol Timpa Siswa Saat Belajar


Jamaah | Nusantara

MI/Jamaah
 MI/Jamaah
Plafon kelas ambrol.


KONDISI memprihatinkan sekolah rusak masih terjadi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Mirisnya, kondisi sekolah rusak tersebut justru memakan korban siswa yang tengah melakukan belajar tertimpa atap plafon sekolah.

Menurut pantauan Media Indonesia di lokasi, sekolah rusak tersebut adalah SD 6 Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus. Plafonnya ambruk pada Selasa (11/1/2022) pagi. 

Hingga kini banyak atap plafon yang sudah jebol dan dindingnya terlihat retak. Kondisi seperti itu juga terlihat di kelas lain seperti ruang Kelas 1, Kelas 3, dan Kelas 4, serta teras kelas pun atapnya sudah terlihat rapuh.

Ditemui di lokasi, Masriah salah satu guru SD 6 Terban menyebutkan, kejadian tersebut terjadi sesaat siswa siswi kelas 2 tengah mengikuti proses belajar mengajar seperti biasa. Mendadak atap plafon langsung ambrol menimpa siswa berinisial BM yang berada di bawahnya.

"Waktu itu sekitar jam 08.30 WIB. Tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba atap plafonnya itu jatuh mengenai satu siswa. sampe saya kaget takut siswa itu kenapa-kenapa," kata Masriah, guru kelas 2 SD Terban.

Melihat kondisi tersebut, dirinya berupaya menyelamatkan muridnya yang tertimpa reruntuhan atap plafon yang telah rapuh. Siwa itu mengalami memar dan luka di kening atas pelipis mata sebelah kiri. "Setelah itu saya obati pakai betadine di lukanya," ujarnya.

Usai insiden ambrolnya plafon atap ruang kelas kelas 2, Masriah lebih lanjut meminta siswa siswi tetap menjalankan proses belajar mengajar seperti biasa di kelas tersebut. Namun pelajar diminta agak maju dari tempat plafon ambrol yang berada di bagian belakang kelas. 

"Siswanya takut kayaknya trauma. Mintanya ke depan di tempat duduk yang dekat sama guru," terangnya.

Masriah menambahkan, terkait kerusakan ruang kelas tersebut, diperkirakan sudah cukup lama, lebih dari satu tahun.

Terpisah Kepala Desa Terban Supeno menjelaskan, dari adanya laporan sekolah rusak tersebut, pihaknya menyayangkan kondisi sekolah milik pemerintah yang seharusnya disentuh oleh pembangunan demi proses belajar mengajar anak dapat maksimal. "Agar tidak ada korban lagi, semoga segera dilakukan perbaikan. Supaya proses belajar mengajar bisa lebih aman dan nyaman,' ungkapnya. (JA/OL-10)

 

BERITA TERKAIT