10 January 2022, 20:57 WIB

Konflik Orang Rimba-PT PKM Berakhir Damai


Solmi | Nusantara

MI/Solmi
 MI/Solmi
Deklarasi damai Suku Anak Dalam dengan PT PKM, Senin (10/11)

DISAKSIKAN langsung oleh Wakapolda Jambi Brigjen Yudawan Roswinarso, Senin (10/1), konflik antara Orang Rimba atau Suku Anak Dalam (SAD) dengan security perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Primatama Kreasi Mas (PKM) di Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Sarolangun, berakhir damai. Difasilitasi pemerintah daerah, perdamaian itu diselenggarakan melalui acara syukuran adat yang digelar di Kantor Kecamatan AirHitam.

Selain Wakapolda Yudawan, acara tersebut juga dihadiri antara lain Bupati Sarolangun Cek Endra, Kapolres Sarolangun Ajun Komisaris Besar Anggun Cahyono, Dandim 0420/Sarko Letkol Inf Tomi Radya Diansyah Lubis, unsur pimpinan Lembaga Adat setempat, sejumlah pimpinan kelompok Orang Rimba Air Hitam, dan LSM Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi yang selama intens melakukan pendampingan kehidupan Orang Rimba di Jambi

Perdamaian dari konflik berlatarbelakang aksi kekerasan dari security PT PKM dan penembakan senjata api rakitan (kecepek) oleh tiga Orang Rimba beberapa waktu lalu itu, ditandai dengan penandatangan perjanjian perdamaian. Dipimpin Ketua Lembaga Adat Kecamatan Air Hitam Muhktar, juga dilaksanakan pembacaan deklarasi damai yang diikuti sejumlah pemangku adat Orang Rimba dan pemuka adat masyarakat se Kecamatan Air Hitam.

Deklarasi yang ditandatangani perwakilan masyarakat Melayu H. Abdul Majid, warga eks transmigrasi Sunaryo, dan pemuka Orang Rimba Jailani, menyatakan akan senantiasa menjalani hidup rukun berdampingan, dan saling menjaga persatuan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Wakapolda Jambi mengatakan terselenggaranya syukuran damai Senin itu merupakan wujud kepedulian pemerintah kepada warga Orang Rimba (SAD), supaya ke depannya dapat beraktivitas dengan tenang dan aman. Yudawan menegaskan, Polri dan TNI selama ini sangat perhatian terhadap Orang Rimba, yang juga merupakan bagian anak bangsa Indonesia.

Bukti terakhir perhatian dimaksud, beberapa orang generasi muda SAD telah direkrut menjadi anggota TNI maupun anggota Polri. Yudawan menyebut contoh, pemuda SAD yang direkrut atas nama Bripda Perbal (anggota Polri) dan Pratu Budi (TNI AD). "Tujuannya, agar Suku Anak Dalam mengetahui dan meyakini bahwasanya warga SAD memiliki hak yang sama untuk menjadi abdi negara," kata Yudawan.

Sementara itu, KKI Warsi mengapresiasi langkah pemerintah dan jajaran, khususnya pihak Polri dan TNI yang mengupayakan penyelesaian konflik secara damai ini. "Langkah damai ini diharapkan akan menjadi penyelesaian konflik dan diharapkan ke depan tidak ada lagi muncul,� ujar Manager Komunikasi KKI Warsi, Sukmareni. (OL-15)

BERITA TERKAIT