09 January 2022, 08:30 WIB

Desa Rawan Bencana Diminta Prioritaskan SDM Mitigasi Bencana


Denny S | Nusantara

MI/Denny S
 MI/Denny S
Banjir Kalsel

PEMERINTAHAN desa-desa di Provinsi Kalimantan Selatan diminta untuk memprioritaskan program peningkatan SDM dan mitigasi bencana di wilayah masing-masing. Lebih separuh dari 1.684 desa di Kalsel masuk kategori rawan bencana hidrometeorologi.

"Kita terus menghimbau para Kepala Desa yang wilayahnya rawan bencana, agar siaga dan memprioritaskan mitigasi bencana dan SDM. Selalu berkomunikasi dan koordinasi, dengan pihak terkait, agar lebih memudahkan penanganan jika terjadi bencana," tutur Zulkifli, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Provinsi Kalsel, Minggu (9/1).

Kalsel sendiri merupakan daerah rawan bencana hidrometeorologi berupa banjir, longsor, angin kencang dan rob. Data BPBD Kalsel mencatat ada sekitar 1.000 dari 1.864 desa yang ada di 11 kabupaten merupakan daerah rawan bencana.

Sementara data Dinas Sosial Kalsel, menyebutkan sepanjang 2021 terjadi lebih dari 40 kali bencana banjir, ditambah bencana longsor, angin kencang dan rob atau gelombang pasang. Ada ratusan desa yang dilanda bencana dengan jumlah warga terdampak lebih dari 700 ribu jiwa.

"Kerugian yang alami akibat bencana sangat besar baik kerusakan infsruktur, ekonomi desa hingga korban jiwa. Ini memang perlu menjadi perhatian serius dan skala prioritas," ujarnya.

Lebih jauh dikatakan Zulkifli, program mitigasi bencana seperti pemberdayaan SDM desa dalam menghadapi bencana dapat mengakses penganggaran dari dana desa itu sendiri. Pada 2022 ini Kalsel mendapatkan kucuran dana desa sebesar Rp1,43 triliun.

Hal serupa juga dikemukakan Kepala BPBD Kalsel, Mujiyat yang mengungkapkan bahwa provinsi tersebut merupakan daerah rawan bencana. Pihaknya telah membentuk sejumlah Desa Siaga Bencana, sebagai langkah antisipasi dan penanganan bencana di tingkat tapak.

Terkait mitigasi bencana di desa, kelompok relawan Posko Meratus bersama organisasi lingkungan Pena Hijau Indonesia dan Walhi Kalsel, akan menggelar kegiatan sosialisasi kebencanaan yang dibarengi dengan kegiatan pelatihan relawan bencana sejumlah desa di Kabupaten Hulu Sungai Tengah. (DY/OL-10)

Denny S

BERITA TERKAIT