06 January 2022, 21:21 WIB

Kodam Bukit Barisan Usut Bentrok TNI vs Warga Penggarap di Deliserdang


Yoseph Pencawan | Nusantara

DOK MI
 DOK MI
Ilustrasi 

KODAM I Bukit Barisan mengerahakn tim dari Pomdam mengusut insiden bentrok fisik anggota TNI dengan warga penggarap lahan di Desa Seituan, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Selasa (4/1) lalu.

Kepala Penerangan Kodam I Bukit Barisan Letkol Inf Donald Erickson Silitonga mengungkapkan, pihaknya sudah bergerak menyelidiki insiden bentrok fisik di Desa Seituan. "Pomdam sudah melakukan olah TKP kemarin," ujarnya, Kamis (6/1).

Dia meminta semua pihak agar memberi waktu kepada Kodam Bukit Barisan untuk menyelesaikan penyelidikannya. Hingga kini tim Pomdam masih dalam proses penyelidikan, termasuk meminta keterangan dari masyarakat sekitar. Dia berjanji Kodam akan segera memediasi penyelesaian masalah ini bersama warga dan memastikan tidak akan terjadi lagi insiden serupa.

Selasa (4/1), terjadi bentrok fisik antara sejumlah personel TNI dengan warga penggarap lahan di Desa Sei Tuan. Kejadian ini menjadi perhatian publik setelah rekaman videonya beredar luas melalui media sosial.

Sebelum kejadian, warga penggarap lahan memerotes kedatangan anggota TNI ke area persawahan. Kedua pihak sama-sama berkukuh dengan sikapnya masing-masing dan bentrok fisik pun terjadi.

Terkait dengan sengketa lahan, Donald mengatakan kedatangan sejumlah personel adalah untuk memasang plang di lahan seluas 62 hektare yang disebut milik Puskopkar "A" Kodam I Bukit Barisan berdasarkan SK HGU Nomor 1 Tahun 1994 dan bukti pembayaran pajak tahun 2001. Sedangkan warga yang menolak pemasangan plang adalah warga yang selama ini menggarap lahan. HGU lahan itu kata Donald akan berakhir pada 2023 dan akan diperpanjang sesuai prosedur. (OL-15)

BERITA TERKAIT