04 January 2022, 16:51 WIB

DPRD Ragukan Kesiapan PTM 100% di Kota Bandung


Naviandri | Nusantara

ANTARA
 ANTARA
Ilustrasi 

DPRD Kota Bandung, Jawa Barat meragukan kesiapan Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dalam menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) normal atau 100 persen. Sebaiknya harus dilakukan kajian dulu karena penerapan kebijakan ini memiliki risiko dan harus penuh pertimbangan.

"Meski tren percepatan vaksinasi untuk pelajar di Kota Bandung cukup baik, namun kami belum menerima data riil terbaru mengenai pencapaian penyuntikan vaksin Covid-19 bagi siswa. Meski capaian vaksinasi pelajar bukan menjadi syarat wajib bagi izin PTM 100 persen, namun hal itu tetap harus menjadi salah satu pertimbangan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung," kata Sekretaris Komisi D DPRD Kota Bandung Heri Hermawan.

Politisi Partai NasDem ini menambahkan, partisipasi dan kolaborasi antara pemerintah daerah dan instansi-instansi lainnya cukup tinggi dalam melaksanakan vaksinasi di kalangan pelajar karena target capaian 100 persen pelajar tetap menjadi prioritas dan ini memungkinkan jika PTM 100 persen direalisasikan di Kota Bandung.

Namun begitu, ia tetap waswas bila PTM 100 persen diterapkan saat  ini. Sebab Disdik Kota Bandung maupun Satgas Covid-19 Kota Bandung, belum melakukan evaluasi terhadap kondisi terkini pandemi Covid-19 dan pencapaian vaksinasi pelajar, terlebih pasca-liburan nataru 2022," lanjutnya.

Heri mendorong agar Disdik Kota Bandung melakukan evaluasi, verifikasi dan validasi dari kesiapan penyelenggaraan PTM dari setiap satuan pendidikan, baru kita bisa disimpulkan. Ini harus segera dilakukan untuk menentukan seperti apa PTM ini. Karena PTM merupakan cara yang paling ideal dan paling baik dalam proses belajar mengajar.

Sementara itu Kepala Bidang Pembinaan Pengembangan Sekolah Dasar pada (Dikdis) Kota Bandung, Bambang Ariyanto mengatakan, pihaknya siap menggelar PTM 100 persen. Namun tidak semua sekolah bisa melakukan PTM 100 persen, harus dipilih terlebih dahulu berdasarkan tahapan yang telah ditetapkan.

Menurut Bambang, ada empat tahapan yang sudah dilaksanakan sejak 2021. Tahapan pertama yang telah dilaksanakan yakni tahap ujicoba yang  kapasitas siswanya 10 sampai 25 persen. Lalu, tahap kedua transisi yang kapasitasnya 25-50 persen dan tahap ketiga adaptasi kebiasaan baru mulai 50-75 persen.

"Pada Januari 2022  masuk di semester dua yang dimulai 10 Januari dan  muncul SKB 4 menteri ini sangat mendukung sekali tahapannya, artinya bersinergi sesuai rencana Kota Bandung lakukan PTM 100 persen," ucapnya.

Bambang menambahkan Disdik Kota Bandung sangat siap menyelenggarakan  PTM 100 persen ini sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Apalagi, Kota Bandung saat ini masuk di status level 2. Adapun aturan atau ketentuan di level dua ini ialah pendidik dan tenaga kependidikan yang sudah dapatkan vaksinasi dua dosis lebih dari 80 persen dan lansia yang divaksin dua dosis capai lebih 50 persen. Sehingga, kapasitas PTM bisa 100 persen dengan durasi PTM maksimal enam jam.

"Namun jika vaksinasi dua dosis capai 50-79 persen serta lansia yang divaksin dua dosis mencapai 40-50 persen, maka kapasitas PTM hanya 50  persen dan durasinya maksimal enam jam," jelasnya. (OL-15)

 

BERITA TERKAIT