02 January 2022, 19:55 WIB

Capaian Penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor Samsat Kuningan, Jawa Barat, Capai Target


Bayu Anggoro | Nusantara

ANTARA/ADENG BUSTOMI
 ANTARA/ADENG BUSTOMI
Razia surat-surat kendaraan bermotor merupakan salah satu upaya meningkatkan kesadaran warga membayar pajak

 

PUSAT Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Kabupaten Kuningan
atau Kantor Samsat Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mencatatkan realisasi penerimaan pajak daerah sektor pajak kendaraan sebesar Rp164, 468 miliar selama 2021. Jumlah ini setara 103,3% dari target yang ditetapkan.

Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah Wilayah Kabupaten Kuningan,
Ade Sukalsah, mengatakan, angka tersebut merupakan kumulatif penerimaan
dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan
Bermotor (BBNKB) yang dicapai melebihi target dari Samsat Kuningan.

"Alhamdulillah, kami bersyukur sampai dengan 31 Desember 2021,
penerimaan PKB dan BBNKB dapat dicapai dengan melebihi target," kata Ade, Minggu (2/1).

Dia merinci lebih lanjut, Pajak PKB dapat dicapai sebesar
Rp108.157.351.900 atau 103,31% dan BBNKB dapat dicapai sebesar
Rp56.311.326.300 atau 101,12%, sehingga angka kumulatifnya sebesar
Rp164.468.678.200.

Saat ditanya strategi apa yang diterapkan dalam mengoptimalkan pendapatan di saat pandemi, Ade merinci beberapa upayanya.

"Kami selalu bersinergi dengan Polri, Denpom, dan Dishub, dengan intens
melakukan kegiatan operasi tertib kendaraan bermotor yang dikemas dengan kegiatan edukasi pajak dan operasi patuh protokol kesehatan," katanya.

Ade menyebutkan, operasi gabungan yang digelar Kabupaten Kuningan
merupakan yang terbanyak dan paling sering dilakukan bila dibandingkan
wilayah lain yaitu sebanyak 12 hari kerja.

Upaya ini diklaim sebagai cara mengembalikan ketaatan wajib pajak guna
menyokong penerimaan PKB secara murni. Sebab, penerimaan pajak dari
pendaftaran kendaraan baru (BBN 1) belum dapat diandalkan di Kuningan
selama pandemi ini.

"Operasi gabungan di Kuningan kita gelar 4 kali atau 12 hari kerja. Ini
yang membedakan dengan Samsat wilayah lain. Kita andalkan untuk
mendorong kembali ketaatan pajak dan penerimaan PKB murni karena pajak
dari kendaraan baru masih minim selama pandemi ini," katanya.

Selain itu, Ade menambahkan upaya intensifikasi lain berupa penagihan
door to door kepada 30.000 penunggak kendaraan dengan menerapkan SOP
ketat, di antaranya mensyaratkan pencairan tunggakan minimal 20%.

"Jadi kita rekrut petugas penelusur atau penagih pajak dengan syarat pencairan sebesar 20%, misalnya ditagih sebanyak 100 penunggak maka target minimal 20 penunggak harus membayar," terang Ade.

Upaya selanjutnya yang dijagokan Samsat Kabupaten Kuningan adalah
sosialisasi intens sampai ke tingkat RW. Sebanyak 252 RW telah
dikunjungi door to door oleh petugas Samsat.

Sosialisasi lain pun dilakukan berupa penyebaran baliho sosialisasi Program Triple Untung Plus yang berhasil dipasang di 32 Kecamatan se-Kabupaten Kuningan.

"Dalam sosialisasi kita coba semua cara dan semua media publikasi,
bahkan sosialisasi kesamsatan kita coba di ranah digital dan ini yang
membedakan dengan samsat lain. Yaitu melalui iklan layanan masyarakat
push notification dengan target khayalak sebanyak 50.000 wajib pajak di
Kuningan. Alhamdulillah umpan baliknya sangat terasa sehingga nampak ada peningkatan kunjungan ke samsat dan pendapatan pajak menjadi lebih
optimal," ujarnya.

Terakhir, Ade menyebut bahwa kinerja Samsat Kuningan menjadi sesuai
harapan dikarenakan pengelolaan manajemen belanja atau pelaksanaan DPA
lebih terarah dan akuntabel.

"Kami semua di sini melakukan pengelolaan manajemen belanja secara terarah dan akuntabel. Alhasil penyerapan anggaran belanja sangat optimal mencapai 97,39%, atau yang tertinggi se-Bapenda di Jabar. Kami merasa dengan dukungan anggaran tersebut tugas pokok dapat ditunaikan dengan baik dan raihan pendapatan dapat dicapai optimal," katanya. (N-2)

 

BERITA TERKAIT