31 December 2021, 21:30 WIB

Jumlah Kejadian Bencana di Jawa Barat Terus Meningkat


Bayu Anggoro | Nusantara

MI/BAYU ANGGORO
 MI/BAYU ANGGORO
Kepala BPBD Jabar Dani Ramdan bersama Mendagri M Tito Karnavian


JUMLAH bencana di Jawa Barat setiap tahunterus mengalami peningkatan. Pada 2016 lalu terjadi 500 kejadian dan terus meningkat pada 2021 sebanyak 2.400-an kejadian.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi
Jawa Barat Dani Ramdan menjelaskan, pada 2016 tercatat 500 bencana di
wilayahnya. "Naik ke 1.200 tahun 2017 lalu 1.500 tahun 2018," katanya
seusai menggelar refleksi akhir tahun di organisasi perangkat daerah yang dipimpinya itu, di Bandung, Jumat (31/12).

Sepanjang 2021 ini, akunya, terdapat 2.400-an kejadian bencana di Jawa Barat. "Sehari bisa 5-6 kali," ujarnya.

Berdasarkan data, mayoritas bencana adalah tanah longsor dan banjir. "Semua wilayah di Jawa Barat lengkap. Hampir semua ada potensi bencana," kata Dani.

Penambahan jumlah bencana inipun, lanjutnya, terjadi karena dimasukannya kebakaran ke dalam data kebencanaan di BPBD. Sebelumnya, kejadian itu masuk ke dalam dinas pemadam kebakaran kabupaten/kota.

Dani menambahkan pihaknya sudah menyusun peta kebencanaan di
Jawa Barat. Bahkan, pemetaan inipun sudah dimasukan ke dalam rencana
tata ruang dan wilayah (RTRW).

Berdasarkan hasil tersebut, Kabupaten Bogor menjadi wilayah
yang paling berpotensi bencana. "Potensi bencananya tanah longsor dan banjir," kata dia.

Kabupaten Garut dan Cianjur juga menjadi daerah yang memiliki risiko bencana yang tinggi.

"Dalam indeks risiko bencana itu ada unsur bahaya, kerentanan dari sosial ekonomi, kemiskinan, pendidikan rendah, dan infrastruktur kurang. Lalu kapasitas daerah. Bogor meski paling banyak potensi bencananya, tapi kapasitas wilayahnya bagus seperti kemampuan
APBD dan infrastruktur," katanya.

Disinggung berapa kebutuhan ideal anggaran untuk penanggulangan bencana, menurut dia, kemampuan Jawa Barat masih tergolong rendah.
"Idealnya Rp100 miliar sampai Rp500 miliar. Sekarang hanya Rp30 miliar," tambah Dani. (N-2)

BERITA TERKAIT