30 December 2021, 23:05 WIB

Kolaborasi Rumah Amal Salman, ITB dan UIN Malang Bantu Relokasi Korban Erupsi Semeru


Bayu Anggoro | Nusantara

DOK/RUMAH AMAL SALMAN
 DOK/RUMAH AMAL SALMAN
Tim dari Rumah Amal Salman, ITB dan UIN Malang, melakukan penelitian lahan relokasi untuk korban erupsi Gunung Semeru


DERITA korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, mengundang simpati sejumlah pihak. Di antaranya Lembaga Amil Zakat Rumah Amal Salman, Tim Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan Institut Teknologi Bandung dan Arsitek Universitas Islam Negeri Malang.

Kolaborasi ketiga lembaga memberi perhatian pada proses relokasi rumah korban. Sebagai bentuk respons atas kebutuhan  relokasi tersebut, bantuan diawali dengan audiensi bersama Bupati Lumajang, Kamis (30/12).

Dalam audiensi tersebut Rumah Amal Salman dan tim ahli menyampaikan
presentasi usulan rencana tapak (site plan) relokasi untuk warga terdampak. Rencananya, site plan relokasi akan diterapkan di dua lokasi yaitu Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, dan Desa Oro - Oro Ombo, Kecamatan Pronojiwo.

Direktur Rumah Amal Salman, Muhammad Kamal Muzakki, mengatakan, site
plan yang telah disusun akan segera dimanfaatkan oleh pemerintah
Kabupaten Lumajang. Penggarapan relokasi akan dilakukan secara bertahap
dengan Desa Sumbermujur menjadi lahan pertama yang akan direlokasi.

Pada kawasan relokasi tersebut akan dibangun hunian sementara (huntara), fasilitas pendidikan, tempat ibadah, sarana olahraga, dan pasar. Tidak hanya itu, menurutnya site plan relokasi ini juga mempertimbangkan ekosistem lingkungan hijau, seperti adanya area drainase, sarana toilet, termasuk penerangan jalan.

"Diharapkan masyarakat bisa hidup tenang dan nyaman. Sedikitnya relokasi ini akan menyelamatkan ribuan keluarga yang terdampak," tambah Kamal.

Di sisi lain, Rumah Amal Salman sebagai lembaga mitra menyampaikan
bencana yang menimpa Indonesia di akhir tahun memang bisa menjadi sebuah peringatan ataupun teguran bagi kita semua.

"Dalam kondisi seperti ini, kita tidak bisa hanya menyerahkan segala urusan kepada pemerintah. Kita semua perlu bergerak bersama untuk menanggulangi isu ini. Sudah saatnya Rumah Amal Salman memberikan bantuan aksi respon bencana dalam hal strategis, berdampak jangka panjang, dan dapat dirasakan manfaatnya oleh banyak orang," katanya.

Seperti diketahui, Gunung Semeru mengalami erupsi pada Sabtu (4/12).
Musibah ini meninggalkan banyak korban termasuk kerugikan materil yang
tidak sedikit.

Ada sekitar 3.000 keluarga yang harus direlokasi. Sementara
untuk menyiapkan pemukiman yang baru perlu dilakukan perencanaan yang
matang dan sesuai kaidah keilmuan.

Rencana tapak diperlukan untuk menggambarkan detail terkait
batasan lahan, penempatan bangunan hunian masyarakat, fasilitas umum,
serta konsep tata ruang yang akan diterapkan.

Kebutuhan relokasi ini sebelumnya juga disampaikan oleh Bupati Lumajang Thoriq Haq. Pasalnya, jika tidak segera dilakukan, dikhawatirkan akan timbul permasalahan-permasalahan yang ada di daerah pengungsian. (N-2)

BERITA TERKAIT