30 December 2021, 10:31 WIB

Ridwan Kamil Perintahkan Polisi Tangkap Semua Pelaku Rudapaksa Gadis 14 Tahun


Naviandri | Nusantara

Dok Pemprov Jawa Barat
 Dok Pemprov Jawa Barat
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil 

GUBERNUR Jawa Barat Ridwan Kamil meminta Polrestabes Bandung dalam hitungan hari menangkap semua pelaku penculikan dan rudapaksa gadis 14 tahun di Bandung. Dalam kejadian ini, diduga ada belasan pelaku yang terliba. Hingga saat ini polisi baru menangkap tiga
pelaku dan sudah diamankan di Mapolrestabes Bandung.

"Karena masalah ini tak bisa dibiarkan dan saya berharap dalam hitungan hari, kepolisian bisa bertindak dengan cepat, nantinya bisa segera
diadili dan dihukum seberat-beratnya. Saya berharap kepolisian secara tegas bisa mengungkap dan menangkap semua komplotan yang melakukan kejahatan yang luar biasa ini," tegas Ridwan Kamil, kemarin.

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung, Yana Mulyana mengimbau orang tua menjalin komunikasi intens dan baik dengan putra-putrinya. Komunikasi yang baik bisa membangun ketahanan keluarga dan mencegah hal negatif. Penegasan Yana terkait kasus viralnya anak 14 tahun yang diculik dan diperkosa, serta dianiaya hingga dijual sebagai pelacur.

"Saya telah menugaskan Dinas Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP3A) lewat Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Anak terkait pendampingan konseling korban dan orang tua korban, konseling terhadap trauma anaknya," ujar Yana di Bandung Kamis (30/12)

Yana berharap, polisi dapat memproses kasus tersebut sebaik-baiknya, agar ke depan tidak terulang kasus yang sama, karena ini
sudah masuk di ranah hukum. Sebagian pelaku sudah ditangkap, ada juga yang DPO. Yana menyerahkan sepenuhnya ke pihak kepolisian untuk memproses juga mengadili sesuai aturan dan regulasi yang ada.

"Agar tak terjadi kasus serupa, saya berpesan agar dapat menjaga ketahanan keluarga, serta komunikasi dapat terjalin dengan baik antara
orang tua dan anak. Hingga terbuka dan mengetahui aktivitas di media sosialnya," terangnya.

Kepala DP3A Kota Bandung, Rita Verita mengatakan pihaknya akan melakukan pendampingan kepada korban kasus penculikan, pemerkosaan,
kekerasan, hingga penjualan anak dibawah umur yang dilakukan oleh sekelompok orang di Kota Bandung.

"Kami juga sudah mendapat rujukan kasus ini dari Polrestabes Kota Bandung. Lalu kami lakukan assesment kepada korban dan ayahnya,
ditindaklanjuti dengan konseling kepada korban, dan terlihat juga korban  sudah semakin tenang," jelas Rita.

Dengan adanya kasus ini, DP3A terus mengimbau kepada masyarakat terutama orang tua agar lebih mengawasi anaknya dalam bermain media
sosial masyarakat harus selalu waspada terutama di dalam pengawasan terhadap anak. Saat ini pihak kepolisian dari Polrestabes Bandung telah berhasil menanamkan ketiga pelaku. Bahkan dua di antaranya pasangan suami-istri.

baca juga: Kapolresta Bandung Bentuk Tim Khusus Bongkar Sindikat TTPO Gadis 14 Tahun

Berdasarkan informasi yang didapat korban diculik sejak 15 Desember 2021 dan baru ditemukan pada 22 Desember 2021, korban ditemukan oleh ayahnya sendiri. Bahkan ayahnya pula yang menangkap tiga orang pelaku dan menyerahkannya ke polisi.

Anak berusia 14 tahun, warga Kecamatan Andir, Kota Bandung diperkosa oleh banyak orang. Peristiwa tersebut viral di media sosial dengan nama akun @alvianakmal.

Akun tersebut menceritakan anak berusia 14 tahun itu diperkosa dan sempat dijual di aplikasi Michat dan mendapat kekerasan fisik seperti
dipukul. Bahkan ia diancam akan dihabisi nyawanya jika melakukan perlawanan.

"Korban dipukul pelaku dan diseret untuk dipaksa melayani laki-laki. Selama 7 hari disekap dan dipaksa melayani hingga lebih dari 20 orang.
Saat melayani sekali pun korban tetap dipukul pelaku dan diancam akan dibunuh," ucapnya di akun tersebut Selasa (28/12)..(N-1)

 

 

 

BERITA TERKAIT