28 December 2021, 17:44 WIB

Angin Kencang Terjang Temanggung dan Cirebon


Atalya Puspa | Nusantara

Medcom.id.
 Medcom.id.
Ilustrasi.

ANGIN kencang menyebabkan rumah warga di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, rusak dengan tingkat berbeda. Kejadian ini berlangsung pada Senin (27/12), pukul 13.30 WIB. Tidak ada laporan korban jiwa akibat insiden tersebut.

Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengungkapkan, bencana hidrometeorologi basah ini terjadi di Desa Jetis, Kecamatan Selopampang, Temanggung. Sebanyak sembilan keluarga terdampak peristiwa tersebut serta kerusakan rumah warga dengan rincian rusak berat 2 unit dan rusak ringan 7 unit.

"Selain kerusakan rumah akibat angin kecang, beberapa pohon tumbang juga menimpa rumah maupun menutup akses jalan. Fenomena ini berlangsung bersamaan dengan turunnya hujan lebat," kata Abdul dalam keterangan resmi, Selasa (28/12).

Setelah kejadian, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung yang dibantu TNI, Polri, organisasi perangkat daerah terkait dan relawan membantu masyarakat yang rumahnya rusak. Di samping itu, warga setempat bergotong royong membersihkan material bangunan dan ranting-ranting pohon tumbang.

Kejadian serupa berlangsung di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (27/12), pukul 14.10. Peristiwa yang menyertai hujan intensitas sedang hingga lebat tersebut berdampak pada 18 keluarga atau 62 jiwa.

BPBD Kabupaten Cirebon menginformasikan insiden terjadi di Desa Kalimaro, Kecamatan Gebang. Sebanyak 17 rumah rusak ringan dan 1 lain rusak sedang. Tidak ada laporan korban luka-luka akibat bencana ini. Angin kencang juga menyebabkan jaringan listrik padam di kawasan terdampak. "Merespons kejadian ini, BPBD setempat telah berkoordinasi dengan perangkat desa dan melakukan kaji cepat di lapangan," imbuhnya.

Di samping itu, petugas juga melakukan pemotongan ranting-ranting pohon untuk mengurangi risiko pohon tumbang. Terkait gangguan listrik, pihak PLN telah melakukan upaya perbaikan jaringan dan hingga siang ini (28/12) jaringan listrik masih padam.

Pada sore nanti, prakiraan cuaca di wilayah Kecamatan Selopampang masih berpeluang hujan lebat, sedangkan di Kecamatan Gebang hujan petir. Melihat potensi tersebut, pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk selalu waspada dan siap siaga.

Menghadapi angin kencang, warga diharapkan dapat berlindung di bangunan yang kokoh atau menghindari berteduh di bawah pohon atau papan reklame. Pemerintah daerah dapat melakukan pemangkasan ranting pohon untuk mengurangi beban pohon saat angin kencang atau pun hujan lebat.

Baca juga: Pemprov Babel Secara Resmi Mengelola Pabrik Insinerator 

Di samping itu, semua pihak diharapkan untuk mengantisipasi potensi bahaya hidrometeorologi selain angin kencang, yaitu banjir, banjir bandang, atau tanah longsor. "Masyarakat dapat mengakses inaRISK untuk mengetahui potensi risiko dan bahaya di sekitar serta mempersiapkan rencana kesiapsiagaan keluarga untuk mengurangi risiko maupun menghindari bahaya," pungkas dia. (OL-14)

BERITA TERKAIT