27 December 2021, 13:37 WIB

Kapal Wisata Bantuan Kemenhub Terbakar di Anjungan Pantai Losari, Makassar


 Lina Herlina | Nusantara

 ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang
  ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang
Menhub Budi Karya Sumadi (kiri) meninjau KM Banawa pelayaran rakyat di Pelabuhan Soekarno Hatta, Makassar, Sulsle, Kamis (19/4).

KAPAL Motor (KM) Banawa Nusantara 28, yang merupakan kapal wisata milik Dinas Perhubunhan Sulawesi Selatan, Senin (27/12), sekitar pukul 04.00 Wita terbakar di sekitar Anjungan Pantai Losari Makassar, Sulawesi Selatan.

Kapal yang merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan RI, dan sedianya akan diserahkan ke Dinas Pariwisata Sulsel itu. Dan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar, Hasanuddin mengatakan kebakaran dikapal terjadi sekitar satu jam lamanya.

"Dari identifikasi awal diketahui, penyebab kebakaran dipastikan dari mesin genset yang berada di dalam kapal meledak. Itu juga diperkuat dengan keterangan salah seorang kru kapal bernama Alfian yang berhasil menyelamatkan diri dengan cara melompat dari kapal saat api mulai muncul. Dan untungnya tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut," kata Hasanuddin.

Pada kejadian kebaran itu, selain menghanguskan badan kapal, api juga membakar genset, mesin kapal, serta 200 liter bahan bakar minyak jenis solar yang berada di atas KM Banawa Nusantara 28 tersebut.

Atas kejadian itu, Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Muhammad Arafah menambahkan jika memang info sementara yang nereka terima, kebakar di atas kapal terjadi karena genset.

"Tapi ini masih dalam penyelidikan polisi air. Teman-teman Dishub juga sementara lihat di sana," tambahnya.

Menurut Arafah Kapal Banawa Nusantara 28 merupakan bantuan dari Kementerian Perhubungan pada tahun 2017. Peruntukannya untuk pariwisata.

Tapi karena pandemi Covid-19, belum diserahkan ke Dinas Pariwisata, sehungga saat ini beroperasi dari pulau ke pulau, dan bersandar di Pantai Losari karena cuaca buruk.

Terpisah, Kepala Bidang Kelautan Dinas Perhubungan Sulsel Fahlevi mengaku setiap tahun mereka selalu menganggarkan biaya pemeliharaan dan bahan bakar. Makanya ia kaget ketika disebut terbakar karena dugaan genset.

Bahkan KM Banawa 28 setiap tiga bulan didok atau docking untuk perawatan. Pihaknya baru akan melaporkan hal tersebut ke Kemenhub.

"Tapi ini masih dalam penyelidikan. Saya belum berani menduga-duga tapi saya kaget. Kami tunggu laporan ke polisi untuk menyurat ke Kemenhub," aku Fahlevi.

Kapal itu diketahui memiliki kapasitas penumpang hingga 24 orang.

Banawa Nusantara juga mampu menampung hingga 10 ton berat barang dengan kecepatan 10 knot. Kapal ini juga dilengkapi dengan fasilitas peralatan yang lengkap dan modern.

Namun di beberapa daerah, kapal ini memang kerap bermasalah. Pada 20 Desember 2020 lalu, kapal bantuan ini juga pernah tenggelam di Perairan Kabupaten Kampar. (LN/OL-09)

BERITA TERKAIT