25 December 2021, 09:25 WIB

Pemkot Malang Genjot Ekspor Ekraf


Bagus Suryo | Nusantara

ANTARA
 ANTARA
Produk UMKM

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Malang, Jawa Timur, menggenjot kinerja ekspor ekonomi kreatif (ekraf) untuk pemulihan ekonomi bersandingan dengan sektor pariwisata. "Kota Malang itu sudah mendunia," tegas Wali Kota Malang Sutiaji, Sabtu (25/12).

Ia mengungkapkan pasar produk kriya merambah Dubai, Rusia, Belanda, dan Afrika. Produk aplikasi diminati Jepang, sedangkan pasar aplikasi sampai Korea dan Malaysia. "Produk gim Kota Malang dibeli Amerika pada tahun 2020 sebesar Rp1,8 miliar," katanya.

Karena itu, kebijakan Pemkot Malang 2022 bakal memperkuat aktivasi dunia usaha dengan menciptakan iklim usaha yang kondusif sejalan penanganan pandemi covid-19.

Kebijakan itu berupaya menumbuhkan investasi dan produk lokal termasuk memperluas pasar. Pemkot Malang akan terus memberikan fasilitasi kredit rakyat dan ultra mikro termasuk bantuan produktif usaha mikro.

Terpenting memperkuat kolaborasi para pemangku kepentingan dan pengembangan UMKM. "Bahkan 13 perguruan tinggi membuat kurikulum ekraf bersama kita," ujarnya.

Ia menjelaskan kontribusi ekraf signifikan dalam menumbuhkan perekonomian. Selama 2021, pendapatan ekraf meningkat semula Rp7.267,43 
miliar menjadi Rp7.674,895 miliar atau naik 5,61% sesuai PDRB atas dasar harga berlaku (ADHB).

Subsektor kuliner menyumbang 66,17%, kriya 11,34%, aplikasi dan gim 7,95%, fesyen 7,63% serta musik 1,49%.

Saat ini, ekraf menjadi pilar penguatan ekonomi di Kota Malang. Namun, Badan Pusat Statistik (BPS) belum memasukkan ekraf dalam penghitungan angka pertumbuhan ekonomi per lapangan usaha. "Sampai akhir tahun ini, yang belum diukur soal angka pertumbuhan 
ekonomi dan gini ratio," imbuhnya.

Utuk itu, Pemkot Malang akan meminta BPS memasukkan kontribusi ekraf yang realnya jelas untuk mengatrol pertumbuhan ekonomi selain mengurangi pengangguran terbuka. (BN/OL-10)

BERITA TERKAIT