24 December 2021, 18:40 WIB

BBPOM DIY Temukan Produk Pangan Tidak Layak Konsumsi


Agus Utantoro | Nusantara

Ilustrasi
 Ilustrasi
Makanan kaleng.

BALAI Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Daerah Istimewa Yogyakarta menemukan adanya makanan yang sudah tidak layak konsumsi namun masih diperdagangkan. Produk makanan yang tidak layak diperdagangkan itu ditemukan saat tim BBPOM DIY melakukan intensifikasi pengawasan di sebuah swalayan di Kabupaten Bantul, Jumat (24/12).

"Ada susu, ada ikan sarden dan lainnya yang kemasannya sudah rusak atau penyok dan seharusnya sudah tidak dipajang untuk diperdagangkan," kata Kepala BBPOM DIY Dewi Perwitasari.

Menurut dia produk makanan yang kemasannya rusak dikhawatirkan akan membahayakan kesehatan konsumen. Karena kemasan yang rusak bisa saja kemudian tercemar bakteri yang membahayakan. "Produk yang sudah tidak layak diperdagangkan itu, selanjutnya diminta untuk disingkirkan dari rak pajang," jelasnya.

Di sisi lain, Satpol PP Kota Yogyakarta bersama Dinas Pertanian dan Pangan serta Dinas Perdagangan menemukan 16 pedagang daging yang
tidak tertib perizinan. "Untuk daging gelonggongan, kami tidak menemukan. Namun justru terkait dengan perizinan. Kami menemukan ada 16 pedagang yang tidak tertib," kata Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Imam Nurwahid .

Pelanggaran lainnya adalah daging yang tidak dilengkapi dengan surat keterangan pemeriksaan atau herkeuring. Nurwahid mengingatkan agar para pedagang itu melengkapi dagangannya dengan syarat administrasi yang telah ditetapkan. Hal itu, ujarnya, untuk menjaga keamanan pangan dan keselamatan kesehatan para konsumen yang menjadi pelanggannya. (OL-15)

BERITA TERKAIT